Suara.com - Mengenal lebih jauh sosok Cho Byung-kuk, pria asal Korea Selatan yang menjadi asisten anyar Shin Tae-yong selepas kepergian Dzenan Radoncic.
Shin Tae-yong nampaknya tak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan asisten baru selepas kepergian Dzenan Radoncic yang pulang kampung.
Sebab, juru taktik asal Korea Selatan ini menunjuk kompatriotnya, Cho Byung-kuk sebagai tangan kanan barunya di Timnas Indonesia.
Sebagaimana diketahui, Shin Tae-yong harus ditinggal Radoncic beberapa waktu lalu karena yang bersangkutan memilih pulang kampung ke Montenegro.
Alasan Radoncic pulang ke kampung halamannya tersebut dikarenakan dirinya harus menemani sang ibunda yang sakit keras.
Kepergian Radoncic pun membuat Shin Tae-yong harus mencari asisten baru yang bisa ia percaya. Tak butuh waktu lama, ia pun menemukan tangan kanan anyar pada sosok Cho Byung-kuk.
Hal ini dikonfirmasi oleh PSSI yang menyebutkan bahwa Cho Byung-kuk akan menjadi tangan kanan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, baik tim senior dan tim kelompok umur.
Bahkan beredar kabar bahwa Cho Byung-kuk sudah menjalani perannya sebagai asisten setelah menyusul Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia U-20 yang menjalani pemusatan latihan (TC) di Turki.
Lantas, siapakah sosok Cho Byung-kuk tersebut? Berikut profilnya.
Baca Juga: Meski Suhu Lebih Dingin, TC Timnas Indonesia U-20 di Turki Tetap Aman Terkendali
Mantan Penggawa Timnas Korea Selatan
Cho Byung-kuk merupakan mantan pesepak bola dan juga mantan pemain Timnas Korea Selatan yang lahir pada 1 Juli 1981 atau 41 tahun silam.
Kiprahnya di sepak bola bermula sebagai pemain, di mana ia memulai karier profesional pada 2002 dengan bermain untuk Suwon Samsung Bluewings.
Pemain yang dulunya berposisi sebagai bek ini juga pernah membela Seongnam Ilhwa Chunma, dan pernah menjadi anak asuh Shin Tae-yong di klub tersebut.
Selama membela Seongnam Ilhwa Chunma, Cho Byung-kuk selalu menjadi andalan Shin Tae-yong, sebelum akhirnya keduanya berpisah karena mengambil jalan berbeda.
Cho Byung-kuk kemudian melanglang buana ke Jepang, China, dan bahkan Thailand, sebelum kembali ke Korea Selatan dan mengakhiri karier di Australia.
Berita Terkait
-
Kena Karma Timnas Indonesia, Pelatih Thailand U-20 Didesak Mundur usai Gagal Lolos ke Piala Asia U-20 2023
-
Cahya Supriadi Susul Skuad Timnas Indonesia U-20 TC di Eropa
-
Apa Dampak Buruk Indonesia Masuk Pot 2 Undian Piala Asia U-20 2023?
-
Kembali Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia U-20, Wonderkid Persija Menolak Puas
-
Alasan Turki Jadi Tempat Latihan Sempurna untuk Timnas Indonesia U-20 Menurut Shin Tae-yong
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Persib Bandung Hormati Keputusan Venue Laga Kontra Persija Dipindah ke Samarinda
-
Hadiah Juara 3 Kali Lebih Besar dari Piala AFF, Timnas Indonesia Wajib Incar Trofi FIFA ASEAN Cup
-
Casemiro Nilai Michael Carrick Layak Jadi Pelatih Permanen Manchester United
-
AS Monaco Ingin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
-
Legowo, Jonathan Tah Akui PSG Layak ke Final Liga Champions
-
Dikaitkan dengan Chelsea, Felipe Luis Mulai Urus Lisensi UEFA Pro
-
Bayern Munich Tersingkir, Vincent Kompany Murka dengan Keputusan Wasit
-
Vincent Kompany Sebut Wasit Berpihak ke PSG: Seharusnya Ada Penalti dan Kartu Merah
-
Jumpa Arsenal di Final, Luis Enrique Kenang Pernah Satu Tim dengan Mikel Arteta
-
Wakil Presiden Inter Milan Pesimistis Bisa Rekrut Nico Paz