Bola / Bola Dunia
Selasa, 13 Desember 2022 | 11:16 WIB
Potret Manis Pemain Maroko Rayakan Kemenangan Bareng Keluarga (Instagram/@achrafhakimi)

4. Kedalaman Skuad

Selebrasi Pemain Timnas Maroko Setelah Lolos Ke Fase Semifinal (reuters.com)

Maroko tidak pernah memiliki begitu banyak pemain yang berkari di Eropa sebelum generasi sat ini.

Dua bek sayap, Achraf Hakimi dan Noussair Mazraoui, masing-masing menjadi starter untuk Paris Saint-Germain dan Bayern Munich.

Winger Ziyech bermain untuk Chelsea, meski tidak secara reguler; kiper Bounou dan striker Youssef En-Nesyri berada di Sevilla di Spanyol; Sofyan Amrabat adalah gelandang bertahan di Fiorentina di Italia.

Lalu, bek tengah Nayef Aguerd berada di West Ham di Liga Inggris, di mana kapten Romain Saiss baru-baru ini bermain untuk Wolverhampton.

Tugas Reragui ada dua: membuat para pemainnya berfungsi dalam sistem yang bisa mendapatkan hasil di Piala Dunia dan membuat mereka percaya bahwa mereka bisa mengejutkan dunia.

“Saya memberi tahu mereka, 'Anda tidak datang ke Piala Dunia hanya untuk memainkan tiga pertandingan'," kata Reragui yang komentarnya terbukti kemudian.

3. Strategi

Pemain Maroko sujud syukur usai mengalahkan Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Education City Stadium, Selasa (6/12/2022). [AFP]

Reragui mengatur timnya dalam formasi 4-1-4-1, dengan garis pertahanan di blok yang dalam dan rendah di mana Amrabat menjadi layaknya seorang libero di lini tengah.

Baca Juga: Argentina vs Kroasia: Duel Dua Tim Jago Adu Penalti, Simak Statistiknya

Melawan tim-tim yang seharusnya lebih besar di Piala Dunia ini, Maroko terlihat bermain dengan garis pertahanan yang kian rendah. Para gelandangnya pun turun berdekata dengan bek sehingga tak menyisakan banyak ruang untuk pemain lain mengeksploitasi.

Saat lawan kehilangan penguasaan bola, Reragui melatih para pemainnya untuk maju melalui serangan balik dengan kecepatan tinggi, menggunakan energi full back Hakimi dan Mazraoui untuk melengkapi keterampilan lincah Ziyech dan sesama pemain sayap Sofiane Boufal.

Striker Youssef En-Nesyri pun mendapat begitu banyak dukungan dari rekan-rekannya lewat skema serangan balik di mana tugasnya adalah mengonversi umpan entah dari kiri atau kanan menjadi gol.

“Kami memiliki rencana permainan yang jelas – setiap orang harus bekerja,” Reragui.

“Kami menunjukkan kepada dunia bahwa Anda dapat berhasil bahkan jika Anda tidak memiliki banyak bakat dan uang.”

2. Semangat Juang

Gestur gelandang Maroko Sofyan Amrabat usai timnya mengalahkan Portugal di perempat final Piala Dunia 2022 yang digelar di Al Thumama Stadium, Sabtu (10/12/2022). [AFP]

Maroko hampir selalu kalah dalam hal penguasaan bola dan jumlah operan dari lawan-lawannya di Piala Dunia 2022 Qatar. Hal itu salah satunya karena strategi bertahan yang diterapkan pelatih.

Namun, skema itu diyakini tidak akan berjalan andai para pemain Maroko tidak tampil begitu solid terutama dalam situasi bertahan di mana mereka semua mampu dan mau untuk terus berlari dan menekan para pemain lawan khususnya ketika bola sudah berada di pertahanan sendiri.

Maroko bahkan cuma membiarkan lawan melepaskan 10 tembakkan ke gawang dalam lima pertandingan yang dijalani sepanjang Piala Dunia 2022 Qatar.

Sementara rataan penguasaan bola mereka cuma berada di angka 29,8 persen per laga.

Saat menghadapi Spanyol, Maroko tercatat cuma melepaskan 343 umpan berbanding 1.041 umpan yang diperagakan para pemain Spanyol.

“Saya kira mereka tidak pernah berlari sebanyak itu dalam hidup mereka,” kata Reragui.

"Ketika kamu menaruh begitu banyak hati, kamu memberi dirimu kesempatan [untuk menang]."

1. Fans dan Doa Ibu

Potret Manis Pemain Maroko Rayakan Kemenangan Bareng Keluarga (Twitter/@brfootball)

Salah satu hal menarik dari kiprah Maroko di Piala Dunia 2022 Qatar adalah kehadiran para orang tua terutama ibu dari pemain dan bahkan pelatih Regragui.

Mereka dan fans yang hadir di stadion terbukti meningkatkan semangat juang skuad Singa Atlas.

Setiap kali meraih kemenangan, para pemain Maroko dan staf pelatih yang kompak bersujud juga selalu menghampiri orang tua, baik ibu dan ayahnya untuk sama-sama merayakan hasil positif yang diraih.

Kini, Maroko tinggal berjarak dua pertandingan untuk menciptakan sejarah sebagai jawara Piala Dunia perdana dari Afrika dan sekaligus mengakhiri dahaga juara turnamen mayor di mana terakhir kali mereka merengkuh trofi adalah padad Piala Afrika 1976.

Load More