Suara.com - Wonderkid Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan resmi berganti klub dari Persebaya Surabaya ke KMSK Deinze, Rabu (1/2/2023). Berikut profil dari klub baru dari gelandang berusia 18 tahun tersebut.
Pengumuman bergabungnya Marselino Ferdinan dengan KMSK Deinze disampaikan manajemen klub asal Belgia itu pada hari terakhir bursa transfer atau yang biasa disebut dengan deadline day.
"Pada transfer deadline day KMSK Deinze mendapatkan satu penguatan terakhir. Marselino Ferdinan yang berusia 18 tahun datang dari Persebaya Surabaya, salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia," tulis KMSK Deinze dalam sebuah postingan di Twitter.
"Gelandang berbakat ini menandatangani kontrak hingga Juni 2024 dengan opsi satu tahun," imbuhnya.
Dalam sesi perkenalan ini, KMSK Deinze pun langsung memberikan pujian terhadap pemain barunya itu. Meski masih berusia 18 tahun, Marselino disebut punya prestasi mentereng.
"Di usianya yang masih belia, ia sudah meraih beberapa penghargaan individu atas prestasinya bersama timnas Indonesia. Ada banyak minat pada Marselino, tapi pada akhirnya dia memilih Oranye-Hitam," tutupnya.
Profil KMSK Deinze
Koninklijke Maatschappij Sportkring Deinze atau KMSK Deinze merupakan klub sepak bola profesional asal Belgia yang berbasis di Kota Beinze, East Flanders.
Klub dengan warna kebesaran oranye dan hitam ini berkompetisi di Challenger Pro League alias kompetisi kasta kedua di Belgia. Sebelumnya, mereka tercatat promosi ke kasta kedua dari Belgian Second Amateur Division pada 2020.
Baca Juga: 7 Pemain Timnas Indonesia U-20 dengan Nilai Pasar Termahal, Marselino Ferdinan Teratas
Jika menilik sejarah kemunculannya, cikal bakal KMSK Deinze bisa dilacak pada 12 Maret 1926. Ketika itu, mereka mendaftar di Asosiasi Sepakbola Belgia dengan SK Deinze.
Beberapa figur sentral yang membidani kelahiran klub ini ialah anak pemilik pabrik mobil Mile Trock, yakni Georges Trock dan Albert Van Den Poel.
Pada tahun 1992 dan 1993, Deinze merayakan dua gelar juara berturut-turut dan menjadikannya ke level nasional.
Denize sempat terdegradasi ke Divisi Tiga pada 2008/2009 dan menghabiskan enam musim. Mereka sempat berpartisipasi di final untuk meraih tiket promosi, tetapi kalah dari ROC de Charleroi-Marchienne.
Tiga tahun berselang, Deinze pun berjuang untuk promosi lewat babak final. Namun, klub hanya finis di urutan ketiga belas musim itu.
Sejak reformasi kompetisi sepak bola Belgia pada 2016, Deinze bermain di Divisi Pertama amatir. Klub ini akhirnya memiliki stadionnya sendiri setelah membeli Mayor Van De Wiele Stadion senilai 521 ribu euro dari Pemerintah Kota.
Berita Terkait
-
Marselino Ferdinan Jadi Satu-satunya Pemain Asia 'Non-titipan' di KMSK Deinze
-
Gabung KMSK Deinze, Marselino Ferdinan Punya Rekan Baru Berdarah Pacitan
-
Marselino Ferdinan Resmi Bergabung dengan Klub Belgia KMSK Deinze
-
7 Pemain Timnas Indonesia U-20 dengan Nilai Pasar Termahal, Marselino Ferdinan Teratas
-
Marselino Ferdinan Absen di Laga Persebaya vs Madura United, Aji Tunjuk Pengganti
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ole Romeny Hapus Oxford United dari Bio Instagram, Rumor ke Persib Kembali Menguat
-
Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final
-
Persib Bandung Hormati Keputusan Venue Laga Kontra Persija Dipindah ke Samarinda
-
Hadiah Juara 3 Kali Lebih Besar dari Piala AFF, Timnas Indonesia Wajib Incar Trofi FIFA ASEAN Cup
-
Casemiro Nilai Michael Carrick Layak Jadi Pelatih Permanen Manchester United
-
AS Monaco Ingin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
-
Legowo, Jonathan Tah Akui PSG Layak ke Final Liga Champions
-
Dikaitkan dengan Chelsea, Felipe Luis Mulai Urus Lisensi UEFA Pro
-
Bayern Munich Tersingkir, Vincent Kompany Murka dengan Keputusan Wasit