Suara.com - Berikut profil Ethan Kohler, pemain keturunan Indonesia yang belum lama ini dirumorkan tengah diincar tim papan atas Bundesliga Jerman, Weder Bremen.
Indonesia memiliki banyak pemain keturunan yang punya kualitas mumpuni. Salah satunya adalah Ethan Kohler yang kini berada di Amerika Serikat.
Pemain berusia 17 tahun tersebut saat ini tercatat bermain untuk tim kasta kedua di negeri Paman Sam, yakni Oakland Roots.
Belakangan, nama Ethan Kohler menjadi perbincangan karena dirinya dilaporkan menjadi target teratas tim besar di Jerman, yakni Werder Bremen.
Hal ini diketahui dari laporan yang dikemukakan oleh media Jerman, Fussballtransfers, yang menyatakan bahwa pemain berposisi bek itu menjadi prioritas Werder Bremen.
“SV Werder Bremen tampaknya memiliki rekrutan musim pertama pada musim panas nanti," tulis media Jerman itu.
Sedangkan media Jerman lainnya, Bild, mengungkapkan bahwa ketertarikan kampiun Bundesliga 2003/2004 itu baru sekadar rumor belaka.
Pasalnya, pihak klub Ethan Kohler, yakni Oakland Roots, belum memberikan konfirmasi apapun terkait ketertarikan maupun penawaran yang datang dari Werder Bremen.
Hadirnya kabar ini tak ayal menjadi angin segar bagi sepak bola Indonesia, mengingat salah satu pemain keturunannya menjadi buruan tim sekelas Werder Bremen.
Baca Juga: Resmi! Shin Tae-yong Rilis Skuad Timnas Indonesia U-20 untuk Piala Asia U-20 2023
Lantas, siapakah sosok Ethan Kohler itu? Dari mana darah Indonesia yang mengalir di tubuhnya saat ini?
Pemain Keturunan di Amerika Serikat
Ethan Kohler merupakan pemain keturunan Indonesia yang lahir di Amerika Serikat, tepatnya di California pada 20 Mei 2005.
Diketahui, darah Indonesia yang mengalir di tubuhnya datang dari pihak sang ibu, yakni dari neneknya yang berasal dari Bali.
Ethan Kohler sendiri diketahui bermain sebagai pemain bertahan. Tercatat ia sempat bermain sebagai bek tengah ataupun gelandang bertahan.
Pemain berpostur 1,83 meter ini pertama kali mengawali kariernya bersama San Jose Earthquakes Academy di Amerika Serikat, sebelum akhirnya bergabung Oakland Roots pada Januari 2023 ini.
Berita Terkait
-
Pemerintah Kebut Pembangunan Training Center Timnas Indonesia di IKN: Rampung Setahun, Punya 8 Lapangan
-
3 Debutan Timnas Indonesia U-20 yang Dibawa Shin Tae-yong ke Piala Asia U-20 2023
-
8 Pemain Dibawa Shin Tae-yong ke Piala Asia U-20, Persija Masih Yakin Juara BRI Liga 1?
-
Masuk Skuad Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2023, Hugo Samir Ingin Bayar Kepercayaan Shin Tae-yong
-
6 Pemain Timnas Indonesia yang Jadi Korban Ketegasan Shin Tae-yong, Mayoritas Kini Kariernya Meredup
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bukan Soal Terkenal, Elkan Baggott Blak-blakan Rasa Bangga Bela Timnas Indonesia
-
Meghan Markle Comeback! Lagi Negosiasi Main di Serial The Gentlemen
-
BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber
-
Momen Spektakuler Pagelaran Sabang Merauke 2026: Raisa Jadi Srikandi hingga Yura Yunita Naik Naga
-
Rekening Aktivis Diblokir, JCW Curiga Ada Operasi Membungkam Suara Kritis
-
Review Yona of the Dawn: Transformasi Epik dari Putri Manja Menjadi Pejuang Tangguh
-
Mengapa Langit Berwarna Biru di Siang Hari?
-
Liburan di Bali Berujung Bui, Turis Swiss Divonis Penjara karena Hina Nyepi
-
Menteri Luar Negeri Iran Nilai Sanksi Ekonomi Amerika Serikat Bentuk Keputusasaan
-
Guru Besar UGM Kritik Penanganan Karhutla: Negara Baru Kompak Saat Api Membesar