Suara.com - Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares berharap pertandingan anak asuhnya melawan Madura United dipimpin wasit yang adil. Sebab dia melihat dalam beberapa pertandingan sering kali wasit tidak objektif.
PSM Makassar vs Madura United FC digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, Jumat (31/3) malam ini.
"Sebab, dalam beberapa pertandingan saya sering menyaksikan banyak keputusan wasit yang salah, sehingga cenderung merugikan salah satu klub," katanya.
Ia juga mempertanyakan kebijakan operator pertandingan yang tidak menyiarkan secara langsung laga antara PSM Makassar melawan Madura United FC itu.
"Liga ini kan merupakan Liga Indonesia, bukan Liga Jawa. Kenapa pula laga Madura melawan PSM Makassar ini tanpa penonton?" katanya mempertanyakan.
"Saat bertandang melawan Madura United, PSM memang tidak pernah menang. Tapi jika laga ini disiarkan secara live, dan disaksikan banyak orang, saya kita akan menjadi tontonan yang menarik bagi semua pihak, baik oleh suporter Madura ataupun PSM Makassar," kata Bernardo Tavares.
PSM Makassar saat ini menduduki pucak klasemen sementara BRI Liga 1 dengan torehan 69 poin dari 31 laga. Itu selisih 10 angka dari pesaing terdekat mereka Persib Bandung di posisi kedua.
Jika menang, Juku Eja akan mengumpulkan 72 poin. Angka itu tak lagi bisa dikejar mengingat Ramadhan Sananta dan kawan-kawan hanya menyisakan dua pertandingan lagi.
Jika dilihat dari modal yang ada tentu peluang PSM sangat lebar.
Baca Juga: Persija vs Persib: Alasan Jakmania Diminta Penuhi Kandang Macan
Tim besutan Bernardo Tavares belum tersentuh kekalahan dalam beberapa laga terakhir.
Meski begitu, tentu Madura United tidak akan membiarkan PSM juara di markas mereka. Laskar Sappe Kerrab akan mati-matian menunda pesta juara Juku Eja. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk