Suara.com - Pada Piala Dunia U-17 2023, terdapat beberapa nama pelatih yang muncul sebagai calon terbaik untuk menjadi arsitek Timnas Indonesia U-17. Salah satu nama yang disebut-sebut adalah Dennis Wise, yang dianggap lebih layak ketimbang Bima Sakti.
Namun, keputusan PSSI untuk menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17 telah diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Erick Thohir juga menegaskan bahwa mereka akan mencarikan pendamping pelatih untuk Bima Sakti mengingat tingkat kompetisi yang akan dihadapi yang merupakan level dunia.
Nama Dennis Wise kemudian disebut-sebut sebagai calon yang layak untuk menjadi pendamping pelatih tersebut.
Berikut tiga alasan Dennis Wise lebih pantas menjadi pelatih Timnas Indonesia U-17 dibandingkan Bima Sakti.
1. Sudah Kenal Sepak Bola Indonesia
Selama menjabat sebagai Direktur Teknik (Dirtek) Garuda Select, Dennis Wise bersama Des Walker selalu menyempatkan waktunya untuk terjun langsung memantau bakat-bakat di Indonesia.
Intensitas Dennis Wise terjun di sesi seleksi pemain Garuda Select ini dilakukan untuk mencari pemain-pemain berbakat yang layak bergabung dengan timnya.
Scouting semacam ini sudah rutin dilakukan Dennis Wise selama setidaknya tiga tahun terakhir. Hal itulah yang membuat mantan pemain Timnas Inggris ini memahami karakter sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Panas nih! Media Vietnam Sewot FIFA Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17
2. Pengalaman di Eropa
Dennis Wise memang menghabiskan sebagian besar karier sepak bolanya di Eropa. Dia tercatat pernah bermain bersama sejumlah klub ternama seperti Chelsea, Leicester City, Millwall, hingga Southampton.
Selain itu, dia juga pernah memperkuat Timnas Inggris dari tahun 1991 hingga 2000. Pengalaman internasionalnya ini sangat berharga bagi Dennis untuk membantunya di dunia kepelatihan.
Rekam jejak inilah yang sebetulnya membuat Dennis Wise sangat layak ditunjuk PSSI untuk menangani Timnas Indonesia U-17 pada Piala Dunia U-17 2023.
3. Punya Relasi Luas di Eropa
Sebagai pemain yang pernah barkarier di sejumlah klub elite Liga Inggris dan bermain untuk Timnas Inggris, lelaki berusia 56 tahun ini tentunya bakal memiliki jaringan relasi yang luas di Eropa.
Hal ini jelas memudahkan PSSI untuk menyusun rancangan program pemusatan latihan jangka panjang di Eropa. Dennis bakal menjadi jembatan yang penting untuk mencari lawan latih tanding maupun lokasi TC Timnas Indonesia U-17.
Oleh karena itu, keunggulan semacam ini bisa membantu Timnas Indonesia U-17 saat mematangkan persiapannya menuju Piala Dunia U-17 2023.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci