Suara.com - PSIS Semarang masih berada di papan tengah tepatnya di peringkat ke-11 dari 18 kontestan memasuki pekan ke-7 BRI Liga 1 2023/24. Sejauh ini, Laskar Mahesa Jenar mencatat dua kali menang, dua kali imbang dan dua kali kalah.
PSIS sudah menjalani masing-masing tiga laga kandang dan tiga laga tandang. Untuk laga kandang di Stadion Jatidiri Semarang, tim asuhan pelatih Gilbert Agius mencatat dua kemenangan yakni atas Bhayangkara Presisi Indonesia FC dan Persebaya Surabaya dan sekali imbang atas Borneo FC Samarinda.
Prestasi ini berbanding terbalik dengan catatan laga tandangnya. Dari tiga laga di kandang lawan, Septian David Maulana dkk hanya mencatat sekali imbang dan dua kali kalah.
Hasil imbang didapat saat menahan PSS di Sleman. Sedang dua kekalahan tandang didapat saat bersua lawan Persita Tangerang dan Madura United FC.
Torehan laga tandang ini tentunya menjadi catatan bagi PSIS. Jika mampu memperbaiki raihan di laga tandangnya, tim dengan warna kebesaran biru tentu dapat memiliki posisi yang lebih baik di klasemen.
Hal itu juga disadari benar oleh pelatih Gilbert Agius. "Sesuatu yang harus kami improvisasi lagi. Saat laga lawan Borneo FC kami juga banyak peluang, dan lawan Madura United sama tapi memang belum bisa cetak gol," kata Gilbert Agius seperti dikutip dari Liga Indonesia Baru.
Dan di laga pekan ke-6 lalu saat dijamu Madura United, performa PSIS sebenarnya juga terbilang bagus. Tampil di kandang lawan dengan tidak diperkuat lima pemain termasuk tiga pemain asing andalannya yakni Carlos Fortes, Taisei Marukawa juga Vitinho, PSIS mampu main disiplin dan solid.
"Pemain sudah kerja keras 100 persen di lapangan dan itu kami harus improve lagi untuk menang di laga away," ucap pelatih asal Malta tersebut.
Di pekan ke-7 BRI Liga 1 2023/24, PSIS giliran akan tampil kembali di kandang sendiri di Stadion Jatidiri Semarang. PSIS dijadwalkan menjamu tim penghuni dasar klasemen, Arema FC pada Rabu (9/8/2023) lusa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat