Suara.com - Timnas Indonesia U-23 dan Malaysia berbeda dalam menatap Piala AFF U-23 2023. Garuda Muda disebut tanpa target, sedangkan Harimau Malaya muda optimis menembus final.
Piala AFF U-23 2023 akan digelar di Thailand mulai 17 Agustus mendatang. Timnas Indonesia U-23 berada dalam satu grup bersama rival bebuyutan, Malaysia.
Meski begitu, timnas Indonesia U-23 dan Malaysia berbeda sikap. Disebutkan PSSI bahwa Garuda Muda tidak punya target dalam ajang ini.
"Ini mesti diingat, Piala AFF U-23 di Thailand tanggal 17-22 Agustus tanpa target, kita akan mempersiapkan tim yang memang kita mau lakukan untuk mengisi persiapan U-23 yaitu Piala Asia U-23 (kualifikasi), jadi (Piala AFF U-23) bukan tim inti," kata Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/7/2023).
"Tetapi kita ingin jadi sasaran antara supaya mereka bisa beradaptasi sehingga ada pemain-pemain yang bisa kita siapkan nanti," sambungnya.
Sejauh ini, skuad Shin Tae-yong untuk Piala AFF U-23 2023 masih misteri. Daftar pemain memang sempat dibagikan PSSI, tapi kemudian dihapus.
Di sisi lain, Malaysia yang merupakan saingan timnas Indonesia U-23 di grup punya target tinggi mencapai final.
Sang manajer, Datuk Seri Shahril Mokhtar sesumbar bahwa Harimau Malaya muda bisa melaju ke final Piala AFF U-23 2023 meski bersaing dengan timnas Indonesia U-23.
"Saya rasa menurut pendapat pribadi, dengan tim yang ada saat ini, walaupun beberapa pemain utama tidak dapat dipanggil karena Piala AFF bukan di kalender FIFA," ucap Shahril dikutip dari Makanbola, Selasa (8/8/2023).
"Tapi untuk informasi semua, kurang lebih 80 persen pemain yang kita panggil 25 oang itu adalah nama yang menghadiri sesi latihan di Malaka," imbuhnya.
Maka dari itu, manajer Malaysia tersebut yakin bahwa chemistry anak asuh E. Elavarasan sudah terbentuk untuk memenuhi target di Piala AFF U-23 2023.
"Jadi dalam hal chemistry, Insya Allah, dalam hal target juga saya yakin kita bisa setidaknya sampai ke semifinal atau ke final," tegasnya.
Adapun pertandingan timnas Indonesia U-23 melawan Malaysia di fase grup Piala AFF U-23 2023 dijadwalkan pada 18 Agustus.
Berita Terkait
-
Jadi Pesaing Timnas Indonesia U-23 di Fase Grup Piala AFF U-23 2023, Malaysia Yakin Bisa Tembus Final
-
Lepas 3 Pemain Persis Solo ke Timnas Indonesia U-23, Leonardo Medina: Saya Mau Mereka Jadi Top Player
-
3 Keganjilan dari Daftar Pemain untuk Piala AFF U-23 2023
-
Thailand Cuma Panggil 3 Pemain SEA Games 2023 untuk Piala AFF U-23 2023, Trauma Kalah dari Timnas Indonesia U-23?
-
Gara-gara Persiapan Minim, Timnas Indonesia U-23 Dipandang Sebelah Mata Media Vietnam di Piala AFF U-23 2023
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara