Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menunjukkan ekspresi kekecewaannya ketika beberapa pemain Garuda terlambat datang ke pemusatan latihan (TC) yang baru saja dilaksanakan. Bagi Shin Tae-yong, kedisiplinan adalah unsur kunci, dan ia menjelaskan betapa pentingnya menjaga janji dalam dunia sepak bola.
Pada hari yang diagendakan, Skuad Garuda, julukan Timnas Indonesia, seharusnya berkumpul di Hotel pukul 12.00 WIB. Namun, mereka baru melangkah ke lapangan latihan pada pukul 17.00 WIB di Lapangan B Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta.
Latihan ini merupakan bagian dari persiapan Timnas Indonesia untuk menghadapi pertandingan melawan Brunei Darussalam dalam leg pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (12/10/2023).
Selama sesi latihan tersebut, pelatih asal Korea Selatan ini memberikan arahan kepada timnya di lapangan. Para pemain dan staf pelatih berkumpul membentuk lingkaran di tengah lapangan, menunjukkan semangat persatuan dalam persiapan pertandingan.
Setelah latihan selesai, Shin Tae-yong berbicara tentang kejadian pemain yang terlambat datang ke TC. Ia mengungkapkan kekesalannya karena keterlambatan tersebut mengganggu jadwal latihan yang telah disusun dengan baik oleh tim pelatih.
"Beberapa pemain datang terlambat ke TC padahal TC sudah dijadwalkan dimulai pada jam 12 siang tadi," ujar Shin Tae-yong.
Pelatih berpengalaman ini sangat menekankan agar perilaku seperti ini tidak terulang di masa depan. Ia meminta agar pesan tentang pentingnya menjaga janji ditanamkan dengan baik dalam diri setiap pemain Timnas Indonesia.
"Janji itu sama pentingnya seperti nyawa," tambah Shin Tae-yong dengan tegas.
Kedisiplinan adalah aspek yang tak terpisahkan dalam dunia olahraga, terutama dalam persiapan untuk pertandingan besar seperti kualifikasi Piala Dunia.
Baca Juga: Shin Tae Yong Konfirmasi Bakal Perpanjang Kontrak Bersama Timnas Indonesia
Pelatih Shin Tae-yong dengan keras memastikan bahwa para pemainnya memahami pentingnya menjaga kedisiplinan untuk mencapai kesuksesan di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Arsenal Bisa Kalahkan PSG di Final Liga Champions Asal Pakai Taktik Ini
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?
-
Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Here We Go! Luis Suarez Comeback Bela Uruguay di Piala Dunia 2026?
-
Gianni Infantino Minta Lionel Messi Tidak Pensiun Usai Piala Dunia 2026
-
Bobby Moore: Legenda dan Kapten Ikonik Timnas Inggris di Piala Dunia
-
Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Qatar: Peluang Emas Patahkan Rekor Buruk 40 Tahun Terakhir