Suara.com - Bek kiri Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, selama ini rupanya salah paham mengenai negara asal asisten pelatih Nova Arianto yang mengira bukan dari Indonesia.
Shayne Pattynama yang sudah enam bulan membela Timnas Indonesia mengira Nova Arianto sebagai orang Korea Selatan, sama seperti pelatih Shin Tae-yong.
Di mata Shayne Pattynama, Nova Arianto adalah orang Korea Selatan yang sangat fasih berbahasa Indonesia. Ia baru paham setelah dijelaskan oleh rekan setim, Marc Klok.
Nova Arianto pun ngakak menceritakan hal tersebut di story Instagramnya. Ia pun memberikan 'kartu kuning' untuk pemain keturunan Semarang itu.
"Kartu kuning untuk Anda, Shayne Pattynama. Ternyata selama enam bulan bersama tim nasional, Shayne berpikir saya orang Korea yang pintar berbahasa Indonesia," tulis Nova Arianto.
"Baru hari ini setelah bertanya dengan marc Klok, baru tahu kalau saya orang Indonesia," imbuhnya.
Terlepas dari itu, Shayne Pattynama sudah mengantongi lima caps bersama Timnas Indonesia dengan turut menyumbang satu gol ke gawang Irak dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pemain 25 tahun itu kini kembali mendapat panggilan Timnas Indonesia untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di Turki sebagai persiapan Piala Asia 2023.
Baca Juga: Sembilan Pemain Timnas Indonesia Susul Shin Tae-yong ke Turki, Begini Komentar Sumardji
Berita Terkait
-
Sembilan Pemain Timnas Indonesia Susul Shin Tae-yong ke Turki, Begini Komentar Sumardji
-
Percaya Tangan Dingin Indra Sjafri, Prabowo Subianto Minta Timnas Indonesia U-20 Manfaatkan TC di Qatar
-
Ranking FIFA Tutup Tahun 2023: Argentina Masih di Puncak, Timnas Indonesia Peringkat 146
-
Ribut-ribut Soal Local Pride, PSSI Minta Dikotomi Naturalisasi dan Pemain Lokal Dihentikan
-
Pemain Irak Pembobol Gawang Timnas Indonesia Terancam Absen di Piala Asia 2023
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim