Karena telatnya para pemain yang bergabung, hal ini memberi dampak pada kurang maksimalnya penerapan taktik Shin Tae-yong di laga uji coba.
Dalam dua laga uji coba kontra Libya, terlihat taktik yang diterapkan Shin Tae-yong belum terlihat sempurna. Alhasil, hasil minor didapat dari dua uji coba tersebut.
Adapun taktik yang belum sempurna ini terpengaruh oleh para pemain yang telat bergabung, sehingga membuat Chemistry antar pemain belum terjalin sempurna dan berpengaruh para taktik.
3. Masalah di Lini Serang
Dalam laga uji coba kontra Libya, Timnas Indonesia memiliki masalah pelik di lini serangnya yang tak bertaji saat melakoni pertandingan.
Masalah ini terlihat dari kualitas serangan Timnas Indonesia di sepertiga akhir lapangan yang lebih banyak mengandalkan kualitas individu pemain dan transisi menyerang yang terbilang lambat.
Masalah di lini serang ini juga berlanjut pada kualitas Finishing. Jika masalah ini tak dituntaskan, sulit melihat Timnas Indonesia bisa mencetak satu gol pun pada Piala Asia 2023 mendatang.
Kontributor: Aditya Rijki
Baca Juga: Momen Ivar Jenner Lewati 4 Pemain Libya, Netizen: Baru Sembuh Cedera Loh Ini
Berita Terkait
-
Momen Ivar Jenner Lewati 4 Pemain Libya, Netizen: Baru Sembuh Cedera Loh Ini
-
5 Gelandang Termahal Asia, Calon Pemain Timnas Indonesia Nomor Dua di Bawah Wataru Endo
-
3 Pemain Timnas Indonesia yang Lebih Layak Dicoret daripada Adam Alis
-
Daftar Pemain Jangkung di Piala Asia 2023, Banyak yang Lebih Tinggi dari Elkan Baggott
-
Kondisi Membaik, Irfan Jauhari Berharap Bisa Kembali Merumput Bersama Persis Solo di BRI Liga 1
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi