Suara.com - Timnas Indonesia era Shin Tae-yong masih dihantui rekor buruk jelang pertandingan melawan Vietnam di matchday kedua fase grup Piala Asia 2023, Jumat (19/1/2024).
Skuad Garuda berada di situasi hidup dan mati saat melawan Vietnam. Sebab, tim Merah Putih wajib meraih kemenangan jika ingin membuka peluang ke 16 besar Piala Asia 2023.
Pasalnya sebelumnya timnas Indonesia kalah dari Irak dengan skor 1-3. Selain itu, laga terakhir Asnawi Mangkualam bakal menghadapi Jepang.
Oleh karena itu, pertandingan melawan Vietnam harus dimenangkan untuk mendapatkan tiga poin agar menjaga peluang melaju ke 16 besar Piala Asia 2023.
Sayangnya timnas Indonesia era Shin Tae-yong punya rekor buruk ketika melawan Vietnam. Skuad Garuda belum pernah menang, bahkan sama sekali tidak mencetak gol.
Melansir dari 11v11, timnas Indonesia era Shin Tae-yong sudah empat kali bertemu Vietnam. Pertama ketika Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 7 Juni 2021.
Kala itu timnas Indonesia dihajar dengan skor telak 4-0 atas Vietnam. Skuad Garuda pun jadi juru kunci di grup tersebut.
Pertemuan kedua adalah saat Piala AFF 2020. Timnas Indonesia bermain imbang lawan Vietnam dengan skor 0-0.
Timnas Indonesia dan Vietnam lalu bertemu lagi di semifinal Piala AFF 2022. Pada leg pertama, tim Merah Putih ditahan imbang 0-0.
Baca Juga: Tanda-tanda Shayne Pattynama Tampil Starter di Laga Timnas Indonesia vs Vietnam
Lalu pada leg kedua, Vietnam menang dengan skor 2-0. Akan tetapi, Golden Star Warriors kalah dari Thailand di babak final.
Menariknya dari empat pertandingan itu, Vietnam masih dilatih oleh Park Hang-seo. Kini bedanya mereka di bawah asuhan Philippe Troussier.
Menarik dinantikan apakah Shin Tae-yong bisa mengakhiri rekor buruknya melawan Vietnam di Piala Asia 2023.
Berita Terkait
-
Qatar Pastikan Diri Jadi Tim Pertama yang Lolos ke 16 Besar Piala Asia 2023
-
Roberto Mancini Yakin Sepak Bola Arab Saudi Bakal Berkembang Seperti Negara-negara Eropa
-
Miliki Tim yang Fantastis, Son Heung-min Berharap Bisa Bawa Korsel Juara Piala Asia 2023
-
Kekurangan dan Kelebihan Timnas Indonesia Menurut Pemain Vietnam
-
Pindah ke Suwon FC, Pratama Arhan Jadi Satu-Satunya Pemain Berlabel Tim Nasional
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Mesin Gol Liga Australia Berpotensi Jadi Pemain Naturalisasi Pertama John Herdman
-
Dedi Kusnandar Bicara Peran Layvin Kurzawa di Persib: Bukan Sekadar Nama Besar
-
3 Kerugian Ivar Jenner jika Pilih Berkarier di Super League usai Tinggalkan FC Utrecht
-
Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Kemunduran atau Kemajuan Karier?
-
Bos Ajax Amsterdam: Maarten Paes Rajin, Mentalitas Tinggi dan Kiper Berbakat
-
3 Calon Klub Ivar Jenner Usai Dilepas FC Utrecht, Ada Eks Klub Kapten Timnas Indonesia
-
Angin Segar untuk John Herdman, Pemain Keturunan Grade A Buka Pintu Gabung Timnas Indonesia
-
Jay Idzes Siap-siap Pamit? Pinjaman Juventus ke Sassuolo Masih Muda dan Lincah
-
Masih Muda tapi ke Super League, Dion Markx Bongkar Alasan Mau ke Persib
-
4 Calon Pemain Naturalisasi yang Terancam Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia