Suara.com - Laga timnas Indonesia vs Australia di 16 besar Piala Asia 2023 akan digelar hari ini, Minggu (28/1/2024). Pertandingan ini bakal dipimpin wasit Uni Emirat Arab (UEA) bernama Mohammed Abdulla Hassan.
AFC telah menunjuk wasit yang akan memimpin pertandingan timnas Indonesia vs Australia. Mohammed Abdulla Hassan akan menjadi pengadil utama di lapangan.
Mohammed Abdulla Hassan didampingi asisten wasit satu dan dua yang sama-sama dari UEA, yakni Mohamed Ahman Al Hammadi dan Hassan Al Mahri.
Bahkan wasit laga timnas Indonesia vs Australia ini didominasi orang UEA. Nyatanya petugas VAR juga ada dua wasit UEA, Omar AL Ali dan Adel Al Naqbi.
Nah baru wasit keempatnya adalah Abdullah Jamail yang berasal dari Kuwait.
Menariknya nama wasit utama Mohammed Abdulla Hassan tidak asing bagi timnas Indonesia. Ia pernah membuat skuad Garuda rugi.
Momen itu terjadi pada Piala AFF 2016 silam. Kala itu timnas Indonesia berjumpa Thailand di babak final.
Mohammed Abdulla Hassan memimpin laga timnas Indonesia dan Thailand di leg kedua. Kala itu, tim Merah Putih unggul agregat 2-1.
Sayangnya Thailand berhasil unggul 2-0 di leg kedua. Nah, di penghujung laga terjadi momen keributan.
Baca Juga: Mesin Gol Australia Tak Bakal Kasih Ampun ke Timnas Indonesia, Sudah Tahu Kelemahan Skuad Garuda
Timnas Indonesia yang berusaha mengejar skor dibuat emosi oleh Thailand yang mengulur waktu. Kala itu Abduh Lestaluhu ingin mengambil lemparan dalam, tapi bola ditahan bench tim Gajah Perang.
Abduh Lestaluhu protes ke wasit, sehingga pemain Thailand memberikan bola ke Abduh. Namun, ia yang emosi justru menendang keras bola ke arah bench musuh.
Alhasil Mohammed Abdulla Hassan memberikan kartu merah ke Abduh Lestaluhu. Timnas Indonesia mengalami kerugian padahal sedang mengejar skor.
Akibatnya di leg kedua final Piala AFF 2016, Thailand unggul 2-0 dan membuat mereka menjadi juara karena menang agregat 3-2 dari Timnas Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
4 Pemain Timnas Indonesia yang Selalu Tampil Penuh di Fase Grup Piala Asia 2023, Pratama Arhan Termasuk
-
Pelatih Australia Serius Intip Strategi Timnas Indonesia: Kami Harus Menang
-
Penyerang Australia Tebar Ancaman Jelang Hadapi Timnas Indonesia: Kami Akan Menunjukkan Kekejaman The Socceroos
-
Sejarah Kelam Head to Head Timnas Indonesia vs Australia, Skuad Garuda 4 Kali Dibantai
-
Bek Australia Tak Mau Pandang Remeh Timnas Indonesia, yang Penting Jangan Bikin Blunder Receh
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak