Suara.com - Kiprah timnas negara Asia Tenggara di Piala Asia 2023 berakhir di babak 16 besar, hingga saat ini catatan impresif Myanmar masih belum bisa disamai tim ASEAN lainnya.
Asia Tenggara menyisakan Timnas Indonesia dan Thailand di Piala Asia 2023, namun hanya sampai di babak 16 besar sebelum tersingkir.
Timnas Indonesia kalah dari Australia 0-4, sementara Thailand dibekuk Uzbekistan 1-2, tak ada wakil ASEAN yang tersisa melaju ke babak selanjutnya.
Bicara soal jawara Piala Asia, wakil Asia Tenggara memang belum pernah bisa mendapatkan gelar prestisius tersebut hingga saat ini.
Ajang ini didominasi dua region Asia Barat dan Asia Timur dengan total koleksi tujuh pemenang, Jepang pemilik gelar terbanyak dengan 4 trofi.
Disusul Arab Saudi dan Iran dengan tiga gelar juara, lantas sampai mana perjuangan terbaik wakil Asia Tenggara di ajang ini?
Vietnam sempat mencapai babak semifinal pada edisi 1958 dan 1960 saat masih bernama Vietnam Selatan, lebih dari itu Myanmar yang terbaik.
Saat masih bernama Burma, negara ini mampu menembus posisi runner-up Piala Asia 1968, dengan lima kontestan yang jadi lawan.
Di antaranya Iran, Israel, Hong Kong dan Taiwan, di partai puncak Burma atau Myanmar harus mengakui keunggulan Iran selaku tuan rumah.
Baca Juga: Piala Asia 2023: 4 Negara Lolos ke Semifinal, Didominasi Negara Timur Tengah
Saat itu Piala Asia menggunakan sistem round robin atau satu grup, sementara Thailand yang saat ini kembali menyandang Raja Asia Tenggara hanya mampu finish di peringkat ketiga.
Tepatnya di Piala Asia 1972, setelah memetik kemenangan atas Khmer Republik atau kini dikenal Kamboja dalam perebutan peringkat ketiga.
Vietnam pernah lolos hingga perempat final edisi 2017, sebelum langkah mereka terhenti usai kalah dari Irak yang kemudian menjadi juara.
Sementara Timnas Indonesia selalu terhenti di babak penyishan grup meski empat kali lolos ke putaran final Piala Asia.
Raihan di edisi 2023 menjadi yang terbaik sekaligus sejarah bagi sepak bola Tanah Air, lolos ke babak 16 besar kompetisi.
Timnas Indonesia mengemas satu kemenangan atas Vietnam, kemudian kalah dari dari Irak dan Jepang.
Berita Terkait
-
Demi Penuhi Target Lolos 8 Besar Piala Asia U-23 2024, Shin Tae-yong Minta Bantuan Ini ke PSSI
-
Legenda Malaysia Iri, Timnas Indonesia Disebut Bisa Jadi Panutan Harimau Malaya
-
Digelar Mulai April, Berikut 2 Fakta Menarik Piala Asia U-23 2024 yang Wajib Diketahui
-
Shin Tae-yong Tuntut Pemain Timnas Indonesia Bisa Konsisten di Klub
-
'Kutukan' Timnas Indonesia Bikin Beberapa Tim Kena Karma di Piala Asia 2023, Siapa Saja?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
Menakar Kecocokan Ivar Jenner dengan Dewa United
-
Benzema Resmi Tinggalkan Al Ittihad, Bergabung ke Rival Al Hilal di Liga Pro Saudi
-
Dewa United Benarkan Dekati Ivar Jenner, Petinggi Klub Ungkap Alasannya
-
Resmi ke Ajax, Maarten Paes Sampaikan Pesan Mengharukan untuk FC Dallas
-
Eks Pelatih Timnas Indonesia Diperiksa Petugas Pajak, Ada Masalah Apa?
-
Aroma Eropa Kian Kental, Dedi Kusnandar Siap Serap Ilmu Layvin Kurzawa dan Thom Haye
-
Mesin Gol Liga Australia Berpotensi Jadi Pemain Naturalisasi Pertama John Herdman
-
Dedi Kusnandar Bicara Peran Layvin Kurzawa di Persib: Bukan Sekadar Nama Besar
-
3 Kerugian Ivar Jenner jika Pilih Berkarier di Super League usai Tinggalkan FC Utrecht
-
Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Kemunduran atau Kemajuan Karier?