Suara.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, melakukan pekerjaan dengan mode senyap saat menandatangani dokumen naturalisasi dua pemain keturunan, Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen.
Tanda tangan yang diberikan Puan Maharani ini turut menandai berjalannya proses naturalisasi Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen. Sebab, setelah dokumen itu diteken, selanjutnya akan diberikan kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komisi X dan III DPR RI yang sudah menyetujui permohonan kewarganegaraan ketiga pemain tersebut.
“PSSI mengucapkan terima kasih kepada Komisi X dan III DPR yang selama ini selalu membantu PSSI terkait program naturalisasi. Terima kasih juga kepada Ketua DPR, Puan Maharani, yang telah menandatangani permohonan pewarganegaraan ini,” kata Yunus Nusi dilansir laman resmi PSSI.
Seiring dengan berakhirnya tahapan-tahapan di tingkat DPR, maka kini publik hanya tinggal menunggu Presiden Joko Widodo menerbitkan surat Keputusan Presiden (Keppres) sebagai syarat administratif.
Keppres ini dibutuhkan agar Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen bisa menjalani pengambilan sumpah setia sebagai warga negara Indonesia (WNI) di Kantor Wilayah Kemenkumham yang ditunjuk.
Sayangnya, saat ini waktu yang dimiliki oleh Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen untuk melangsungkan sumpah sebagai WNI sudah semakin menipis, jika tidak bisa dibilang sudah habis.
Pasalnya, pada saat yang bersamaan, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sudah bekerjaran dengan waktu karena tenggat pendaftaran pemain untuk laga melawan Timnas Vietnam paling lambat pada Rabu (13/3/2024).
Melihat situasi semacam ini, maka pendukung Timnas Indonesia harus bersabar untuk menanti aksi Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen. Keduanya diragukan tampil untuk memperkuat skuad Garuda saat menghadapi Vietnam.
Baca Juga: Vietnam Tim Kuat, Shin Tae-yong Tak Bisa Prediksi Timnas Indonesia Menang dengan Skor Berapa
Menurut jadwal, duel lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Indonesia menghadapi Vietnam itu bakal berlangsung pada 21 dan 26 Maret 2024 mendatang.
Padahal, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, sebelumnya sudah memastikan bahwa pemerintah akan membantu kelancaran proses naturalisasi kedua pemain ini.
“FIFA itu kan ada batas waktu ya, kalau enggak salah tanggal 18. Tadi pak Erick [Thohir, ketua umum PSSI] bilang. Kalau enggak salah ya, jadi lagi dikejar (proses naturalisasi) hari ini,” ucap Dito.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
-
Vietnam Tim Kuat, Shin Tae-yong Tak Bisa Prediksi Timnas Indonesia Menang dengan Skor Berapa
-
Mewah, 7 Pemain Keturunan yang Dipanggil Indra Sjafri ke Timnas Indonesia U-20
-
Pemain Kunci Vietnam Tahu Timnas Indonesia Kini Akan Sulit Dikalahkan, Tak Mau Lihat Masa Lalu
-
Jelang Kontra Vietnam, Rapor Timnas Indonesia di 5 Laga Terakhir Saat Main di SUGBK Banyak Menang Atau Kalah?
-
Shin Tae-yong Singgung Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam, Mau Jebolin Berapa?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab