Suara.com - FIFA secara resmi telah mengubah format Piala Dunia U-17 dengan penambahan jumlah peserta dan penyelenggaraan digelar setiap tahun.
Piala Dunia U-17 terakhir diadakan pada tahun 2023 di Indonesia, yang merupakan momen bersejarah bagi negara ini karena untuk kali pertama kali menjadi tuan rumah sekaligus tampil dalam ajang akbar tersebut.
Setelah edisi Piala Dunia U-17 2023, FIFA melakukan perubahan pada format turnamen ini. Apa saja perubahan yang dilakukan federasi sepak bola dunia itu?
1. Digelar Setiap Tahun
FIFA telah mengumumkan bahwa Piala Dunia U-17 akan diadakan setiap tahun, menggantikan format sebelumnya yang diadakan dua tahun sekali.
"Bukan lagi setiap dua tahun sekali," demikian disampaikan oleh FIFA.
2. Jumlah Peserta Bertambah
Selain waktu penyelenggaraan, FIFA juga menambah jumlah peserta menjadi 48 negara untuk edisi berikut dalam upaya untuk memperluas cakupan turnamen dan memberikan kesempatan lebih luas kepada tim-tim lain.
Baca juga: 5 Pesepak Bola yang Jauhi Alkohol dan Punya Kariernya Awet, Ada Cristiano Ronaldo
"Ini merupakan bagian dari komitmen yang kuat dari badan pengatur terhadap pengembangan sepak bola usia muda," tambah FIFA.
"FIFA juga telah mengkonfirmasi bahwa lima edisi berikutnya kompetisi ini, mulai dari tahun 2025, akan diselenggarakan di Qatar," demikian penjelasan resmi dari FIFA.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi