Suara.com - Jurgen Klopp mengomentari tingkat keyakinan rendah para pemain Liverpool dan menyatakan kekecewaannya atas kekalahan 0-1 dari Crystal Palace pada pertandingan Liga Inggris pekan ke-33 di Stadion Anfield pada Minggu lalu.
Liverpool menelan kekalahan kedua di kandang setelah menghadapi kekalahan telak 0-3 dari Atalanta pada perempat final Liga Europa, sebuah kejadian yang tidak terjadi dalam 14 bulan terakhir.
Pelatih asal Jerman ini mengekspresikan ketidakpuasannya, menyebut kekalahan tersebut sebagai sebuah "kekecewaan" dan meratapi kurangnya respons dari timnya setelah Eberechi Eze berhasil mencetak gol pada babak pertama.
BACA JUGA: Sah Segel Gelar Bundesliga Jerman, Ini 3 Rekor Fenomenal yang Diukir Bayer Leverkusen
"Rasanya 100 persen sampah,” kata Klopp sebagaimana diwartakan AFP hari ini.
“Babak pertama membuat kami mendapat masalah yang tidak bisa kami selesaikan di babak kedua," kata dia.
"Di babak pertama saya mau melihat reaksi dari pertandingan terakhir (kalah dari Atalanta). Kami melihat reaksi, tapi bukan reaksi yang kami inginkan. Anda bisa melihat tim tidak sepenuhnya yakin. Kami kurang percaya diri," kata dia.
BACA JUGA: Duel Vital BRI Liga 1, Persita Waspadai Lini Depan Persib
Kekalahan ini membuat Liverpool tertahan di posisi tiga, selisih dua angka dari pemimpin klasemen Manchester City. Di sisi lain, Arsenal yang takluk dari Aston Villa menduduki posisi kedua dengan perolehan poin yang sama dengan The Reds, 71 angka.
Baca Juga: Atalanta Menang Telak di Anfield, Gasperini Waspadai Potensi Kebangkitan Liverpool
Setelah ini, Liverpool akan menghadapi tiga laga tandang melawan Fulham, Everton dan West Ham dalam dua pekan ke depan. Klopp pun menyatakan ingin segera memperbaiki performa tim meski dengan waktu yang singkat.
"Jika kami bermain dengan level penuh maka kami adalah sebuah kekuatan, namun hari ini kami bermain kurang bagus di kedua babak dan itulah mengapa kami kalah," kata Klopp.
Bek kiri Andy Robertson mempertanyakan kenapa Liverpool kehilangan ketajaman sekaligus bermain ceroboh di lini belakang yang membuat mereka kebobolan empat gol tanpa mencetak angka dalam dua laga.
"Sejak kami kembali dari timnas (pada Maret) kami mungkin tidak begitu tajam di depan gawang. Itu bukan hal bagus jika kami memang mengincar gelar dan trofi," tambah Robertson.
"Kami kehabisan tenaga di depan gawang. Dua pertandingan sekarang tidak ada gol di Anfield yang sangat, sangat jarang terjadi," kata kapten Skotlandia itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Optimis Lawan Iran, Brian Ick: Kami Tak Ingin Kalah di Rumah Sendiri
-
John Herdman Buka Peluang bagi Pemain Terpinggirkan Kembali ke Timnas Indonesia
-
Shayne Pattynama Berharap Timnas Indonesia juga Bisa Sehebat Tim Futsal
-
John Herdman Nilai Timnas Indonesia Layak 5 Besar Asia Dengan Skuad Saat Ini
-
Erick Thohir Buka Suara Timnas Futsal Indonesia ke Final Piala Asia 2026
-
Mentalitas Juara Iran, Tak Gentar Hadapi Teror Suporter Timnas Futsal Indonesia
-
Jelang Final Piala Asia Futsal 2027, Hector Souto: Iran yang Seharusnya Tertekan
-
Kapten Jepang Menangis di Senayan, Akui Atmosfer Indonesia Arena Bikin Merinding
-
Kutukan Iran Terhadap Pelatih Spanyol, Indonesia Punya Peluang di Final Piala Futsal Asia 2026?