Suara.com - Kesuksesan Atalanta menjuarai Liga Europa 2023/2024 berdampak masif untuk jumlah wakil Italia di Liga Champions musim depan. Tim lain mendapat berkah kesuksesan Atalanta ini.
Atalanta secara luar biasa mematahkan rekor tak terkalahkan Bayer Leverkusen selama 51 pertandingan di semua kompetisi musim ini.
Atalanta menggasak tim Jerman itu dengan skor telak 3-0 pada partai final Liga Europa di Dublin, Irlandia, Kamis (23/5/2024) dini hari WIB. Seluruh gol La Dea diborong oleh Ademola Lookman (12’, 26’, 75’).
Hasil tersebut memastikan Atalanta meraih trofi level Eropa pertama sepanjang berdirinya klub sejak 1907. Kesuksesan klub asal Kota Bergamo itu juga berdampak secara langsung ke wakil-wakil Italia di kompetisi Benua Biru.
Seperti diketahui, jumlah kontestan fase grup Liga Champions musim depan bertambah menjadi 36 dari sebelumnya 32. Dengan begitu, jatah sejumlah negara akan otomatis meningkat.
Liga Italia Serie A sudah dipastikan mengirim lima klub langsung ke fase grup Liga Champions 2024/2025. Mereka mendapat tambahan satu wakil sesuai dengan hasil koefisien liga keluaran UEFA.
Mengingat Atalanta kemungkinan finis di posisi lima klasemen akhir liga musim ini, jatah itu akan turun ke posisi enam. Saat ini, AS Roma bisa bernafas lega.
Atalanta sendiri otomatis lolos ke Liga Champions 2024/2025 dengan status mereka sebagai kampiun Liga Europa 2023/2024. Dengan demikian, Italia akan diwakili enam klub di Liga Champions musim depan.
Keenam klub tersebut adalah Inter Milan, AC Milan, Juventus, Bologna, Atalanta, dan AS Roma. Italia sendiri boleh jemawa di hadapan liga-liga lain pada ajang Liga Champions musim depan.
Baca Juga: Alasan Sebenarnya Superioritas Bayer Leverkusen Sama Sekali Tak Mempan di Hadapan Atalanta
Sebab, Spanyol, Inggris, dan Prancis hanya akan mengirim empat wakil. Sementara, Jerman mendapat tambahan satu slot sehingga akan diwakili lima klub di Liga Champions 2024/2025.
Enam klub tersebut adalah jumlah wakil terbanyak dari satu negara di sepanjang sejarah Liga Champions.
Berita Terkait
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Prediksi Peluang Arsenal untuk Juara Liga Champions Lebih Besar dari PSG
-
Mendominasi! 3 Klub Inggris Sukses Tembus Final Tiga Kompetisi Berbeda di Eropa
-
Freiburg Singkirkan Braga Dramatis, Tantang Aston Villa di Final Liga Europa
-
Aston Villa Hancurkan Nottingham Forest 4-0, Lolos ke Final Liga Europa
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati