Suara.com - Gelandang timnas Indonesia, Thom Haye buka suara soal julukan yang disematkan untuk dirinya, yakni The Professor.
Thom Haye merupakan salah satu amunisi penting bagi timnas Indonesia. Kehadirannya membuat lini tengah skuad Garuda semakin hidup.
Buktinya ketika debut bersama timnas Indonesia, pemain berusia 29 tahun langsung mencatatkan assist.
Thom Haye yang kenyang pengalaman di sepak bola Eropa, khususnya Belanda punya julukan menarik. Ia dipanggil The Professor.
Julukan tersebut lantas membuat suporter bertanya-tanya asalnya? Apakah hal itu dari gaya bermainnya atau bukan.
Menjawab rasa penasaran itu, Thom Haye blak-blakan soal asal-usul julukan The Professor. Ia mengaku juga tidak mengetahui persisnya, tapi hal itu terjadi ketika dirinya masih bermain untuk NAC Breda.
"Saya juga tidak tahu kenapa. Tapi itu terjadi ketika saya bermain untuk NAC Breda lalu suporter memanggil saya The Professor," ucap Thom Haye dalam wawancara di TikTok Erspo.
"Mereka sangat bersemangat tentang itu dan sekarang saya pikir semua orang sudah tahu. Saya membaca dimana-mana," sambungnya.
Thom Haye pun senang dengan dukungan yang ditunjukkan para suporter dan mendapatkan julukan tersebut.
"Menurut saya menyenangkan untuk mendapatkan panggilan seperti ini. Saya sangat menghargai semua dukungan. Ya itu sangat baik," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Belum Datang ke Indonesia, Jairo Riedewald Batal Dinaturalisasi?
-
Menebak Strategi Jitu STY Setelah Taktiknya Dua Kali Dipatahkan Irak
-
Calvin Verdonk Gabung Timnas Indonesia, Stok Bek Kiri Melimpah. Siapa yang Tersisih?
-
Pertahanan Irak Sekokoh Batu Karang, Baru Timnas Indonesia yang Bisa Bobol
-
Statistik 4 Bek Kiri Timnas Indonesia di Klub: Nasib Calvin Verdonk dan Pratama Arhan di Liga Bak Langit dan Bumi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey