Suara.com - Kasus dugaan perselisihan gaji antara PSIS Semarang dan mantan asisten pelatih di BRI Liga 1 2023/2024 kini mulai meruncing.
Manajemen tim Laskar Mahesa Jenar mengambil sikap tegas akan membawa kasus itu ke ranah hukum atas pencemaran nama baik," kata Manajer Operasional PSIS Wisnu Adi dalam rilis yang diterima, Minggu (23/6/2024).
Sebelum itu, ramai mengenai isu di media sosial terkait ada salah satu official PSIS di Liga 1 2023/24 yang mengatakan bahwa haknya belum dipenuhi oleh manajemen.
Dalam unggahan Instagram pentolan suporter Panser Biru, Kepareng @kepareng_wareng,
Dalam postingannya, Kepareng mengunggah pesan dari mantan asisten pelatih PSIS Semarang bernama Rifqi Hadiyanto.
Rifqi menanyakan perihal hak hingga bonus bulan pertama dan kedua yang belum terbayarkan hingga selesai bekerja bersama PSIS, akhir April lalu.
"Cuma mbantu nagihke hak-hake sopo reti dengan bantuan suporter cilik seperti aku ngene seng dimulai diserang buzzer hak-hake pemain pelatih dan kitman dilunasi. Sabda Rosul bayarlah gaji pegawaimu sebelum keringatnya kering. Percuma mben Jumat muter,ketemu kyai-kyai tapi gur nggo nutupi ko ngono," tulis Wareng, sapaan akrab Kepareng.
Menjawab hal ini, Wisnu Adi mengatakan bahwa hak untuk seluruh komponen tim baik pemain dan official sudah terpenuhi.
"Semua sudah selesai dan semua ada mekanismenya. Untuk pelatih fisik yang bersangkutan, haknya telah diselesaikan pada tanggal 29 Mei dan kami memiliki bukti transfer yang ada. Hak pemain, official dan kewajiban PSIS sudah selesai," jelas dia.
Baca Juga: PSM Resmi Lepas Trio Legiun Asing, Terbaru Victor Mansaray
"Apabila ada kasus seperti tadi pagi yakni pelatih fisik mau pun komponen tim lainnya seperti pemain dan official merasa belum selesai silakan ke NDRC (National Development and Reform Commission). Kita buktikkan di sana," tambah Wisnu.
"Kami berharap segala sesuatu yang merasa belum lunas, silakan sampaikan kepada kami, tidak perlu mengumbar di media sosial. Jika tidak berkenan menyampaikan secara langsung, silakan melapor ke NDRC atau ke asosiasi yang ada untuk diselesaikan," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Menteri PU Dody Hanggodo Wacanakan Pembangunan Tol Pekanbaru-Kuansing
-
Sunscreen Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 6 Rekomendasinya
-
Purbaya Curhat Gagal Beli Harley-Davidson Gegara Gratifikasi
-
War Ticket Upacara 17 Agustus di Istana Baru Dibuka, Antrean Virtual Tembus 4 Jam!
-
Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo Berlanjut, Kejari Isyaratkan Ada Tersangka Baru
-
A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu
-
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata
-
Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum
-
Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Weton Tulang Wangi, Kenali Sifat dan Aura Menurut Kepercayaan Jawa
-
Link Daftar Upacara 17 Agustus Istana Merdeka 2026 Tak Bisa Diakses? Ini Solusinya