Suara.com - Kedatangan Carlos Pena sebagai pelatih Persija Jakarta ternyata tidak disambut antusias suporter tim berjuluk Macan Kemayoran, Jakmania. Diragukan oleh suporter timnya sendiri, juru taktik asal Spanyol itu berjanji akan membuktikan jika klub tidak salah pilih.
Dari segi pengalaman Carlos Pena memang minim. Sebelum menukangi Macan Kemayoran ia baru menukangi dua tim profesional yaitu Ratchaburi di musim 2023-2024.
Sebelum itu, ia berkarier di India bersama FC Goa pada musim 2022-2023. Minimnya pengalaman inilah yang membuat sang pelatih diragukan.
Bahkan, saat momen perkenalan di sosial media Persija, rating kemenangan Pena cuma 41 persen. Namun bagi Pena hal itu cuma angka semata.
"Situasinya bisa dilihat dari sudut pandang lain. Begini, bagi saya, musim lalu bersama Ratchaburi adalah kesuksesan besar. Mereka membangun tim untuk menghindari degradasi, tapi kita bisa finis di peringkat 6 dan mencapai perempat final Piala Liga, jelas itu pencapaian yang hebat," kata Carlos Pena saat konferensi pers di Bojongsari, Depok, Sabtu (29/6/2024).
"Memang situasinya berbeda. Mendapatkan persentase kemenangan 41% di tim yang dibuat untuk bersaing memperebutkan gelar, tentu tidak sama dengan tim yang berjuang menghindari degradasi."
"Saya mengerti keraguan dan opini yang muncul. Ini sepak bola. Saya sudah bertahun-tahun berkecimpung di dunia ini. Jadi, saya menerima kritik dan semua pendapat yang ada," jelasnya.
Lebih lanjut, Pena meminta suporter untuk tidak menilai kemampuannya sebagai pelatih saat ini. Pasalnya, ia baru bekerja di Persija selama dua hari.
"Jangan nilai saya sekarang. Nilai saya setelah masa tugas saya di Persija selesai. Saat itu, kita bisa bicara soal statistik dan performa saya di sini," terangnya.
Baca Juga: Persija Gelar Latihan Perdana Hari Ini Tanpa Rizky Ridho dan Witan Sulaeman, Simak Alasannya
"Sekarang, waktunya untuk percaya pada keputusan yang dibuat. Waktunya untuk bekerja keras. Waktunya untuk mempersiapkan tim menghadapi liga dan jangan khawatir tentang saya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026