Suara.com - Siapa tak kenal sosok Ernando Ari? Penjaga gawang timnas Indonesia ini selalu menunjukkan usaha terbaiknya menghalau serangan lawan. Meskipun begitu tak sedikit orang yang mencibir tentang tinggi badannya. Lantas berapa tinggi ideal kiper sepakbola?
Ernando Ari memang terkadang menerima cibiran ini dari banyak pihak, karena dinilai memiliki tinggi badang yang kurang ideal sebagai seorang kiper. Lantaran sosoknya dianggap nampak lebih kecil ketika pertandingan timnas melawan negara-negara lain.
Umumnya, orang mengira kiper yang memiliki postur tubuh jangkung dianggap memiliki jangkauan yang lebih baik dalam menghalau bola. Namun nyatanya, Ernando Ari juga memiliki kemampuan menepis bola pinalti lawan beberapa kali. Apakah Ernando sudah memenuhi kriteria tinggi badan ideal seorang kiper?
Tinggi Ernando Ari
Kiper yang juga menjadi pertahanan terakhir di Persebaya Surabaya ini sebenarnya sudah menjawab cibiran tersebut dengan banyak performa hebat, dan berhasil menghindarkan Indonesia dari posisi sulit. Namun tetap saja banyak yang penasaran dengan tinggi badannya.
Meski terlihat lebih pendek dari kawan-kawannya, sebenarnya tinggi Ernando Ari adalah 179 cm, yang notabene lebih tinggi dari rata-rata penduduk Indonesia yang hanya ada di angka 154 cm hingga 166 cm saja.
Meski demikian karena di lapangan hijau juga dipenuhi pemain dengan badan yang jangkung, tinggi badan Ernando Ari tetap terlihat lebih pendek dari rekan atau lawan yang berdiri bersandingan dengannya.
Misalnya, jika dibandingkan dengan tinggi badan Jay Idzes memang sangat jomplang. Pasalnya, bek timnas Indonesia yang bermain di klub Serie A, Venezia ini memiliki berpostur 190 cm.
Lalu sebenarnya berapa tinggi ideal kiper yang bertugas di bawah mistar gawang?
Baca Juga: Piala AFF U-19: Siapa yang Layak Menyandang Label Game Changer di Laga Lawan Kamboja?
Tinggi Badan Ideal Kiper
Sebenarnya tidak ada acuan pasti pada tinggi badan seorang penjaga gawang, selama dapat memberikan performa maksimal. Tidak sedikit kiper dengan tinggi badang cenderung tidak jangkung, namun berhasil memberikan kinerja maksimal untuk menyelamatkan gawangnya.
Meski memang ada pula penjaga gawang seperti Thibaut Courtois, penjaga gawang asal Belgia, yang memiliki tinggi badan mencapai 199 cm dan jelas terlihat dominan di bawah mistar gawang, namun beberapa penjaga gawang lain memiliki tinggi badan tak jauh berbeda dengan Ernando Ari.
Beberapa penjaga gawang yang tinggi badannya lebih rendah dari Ernando Ari antara lain Shusaku Nishikawa asal Jepang, kemudian David Ospina asal Kolombia, Diego Ochoa asal Meksiko, hingga Yan Sommer asal Swiss, yang tinggi badannya ‘hanya’ 183 cm, nyatanya tetap memberikan performa impresif di setiap pertandingan dengan melakukan penyelamatan krusial yang membawa timnya lebih unggul.
Sebagai panduan mengutip dari mastersoccermind.com, dalam sebuah penelitian terhadap 45 kiper terbaik di dunia, ditemukan bahwa tinggi badan rata-rata penjaga gawang adalah 189 cm (6,2 kaki). Sedangkan berat badan rata-rata para penjaga gawang ini adalah 83 kg (184 pon).
Meskipun postur tubuh Ernando Ari berada di bawah rata-rata menurut penelitian itu, namun prestasinya dalam sepak bola berkata lain. Salah satunya ketika berhasil menepis beberapa kali bola tendangan pinalti pemain Korea Selatan hingga membawa Indonesia untuk pertama kalinya lolos ke Semifinal Piala Asia 2024.
Berita Terkait
-
Terungkap Gaji Kecil Kim Pan-gon di Timnas Malaysia, Pantas Saja Hengkang
-
Cristian Gonzales Mendadak Jual Rumah di Surabaya, Alasannya Bikin Nangis Suporter
-
Fakta Unik! Dianggap Terlalu Pendek Sebagai Kiper, Tinggi Asli Ernando Ari Lampaui Rata-rata Ideal Orang Indonesia
-
Beda Harga Pasar Maarten Paes dan Ernando Ari Bak Bumi dan Langit, Dua-duanya Kiper Timnas Indonesia
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Timnas Indonesia vs Jepang, Ujian Kelayakan Lolos Piala Dunia 2030
-
Berstatus Juara, Garudayaksa FC Siap Bersaing di Super League 2026-2027
-
Derbi ASEAN di Piala Asia 2027, Herdman Tuntut Timnas Indonesia Tampil Total Lawan Thailand
-
Hasil Persija vs Persib: Macan Kemayoran Takluk 1-2 di Segiri
-
Hasil Persija vs Persib di Babak I: Brace Adam Alis Bawa Maung Bandung Berbalik Unggul 2-1
-
Susunan Pemain Persija vs Persib: Adu Tajam Eksel Runtukahu dan Andrew Jung
-
Profil Timnas Mesir: Raja Afrika Berburu Pembuktian di Level Piala Dunia
-
Link Live Streaming Persija vs Persib: El Clasico Penentu Arah Juara Super League
-
Ambisius! Jonathan David Mau Geser Popularitas Hoki Es Kanada di Momentum Piala Dunia 2026
-
Kurniawan Dwi Yulianto Yakin Jepang Punya Celah, Timnas Indonesia U-17 Tak Mau Menyerah