Suara.com - Hengkangnya Kim Pan-gon dari kursi kepelatihan Timnas Malaysia mengungkap fakta lain soal bayaran sang pelatih kelahiran Korea Selatan tersebut.
Publik sepak bola Malaysia dan ASEAN dibikin gempar usai Kim Pan-gon mundur per Selasa (16/7/2024). Menurut Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), keputusan mundurnya Kim Pan-gon didasari oleh komitmen pribadi.
"Kim Pan-gon telah bertemu dengan manajemen FAM untuk menyampaikan keinginannya memperpendek durasi kontraknya," kata Wakil Presiden FAM, Datuk Wira Mohd Yusoff Haji Mahadi dikutip dari pernyataan FAM di Instagram, Selasa (16/7/2024).
Pelatih berusia 55 tahun tersebut ditunjuk sebagai pelatih Malaysia sejak 21 Januari 2022 dengan kontrak awal dua tahun. Kim lalu diganjar perpanjang kontrak lagi sampai Desember 2025.
Artinya masih ada sekitar 17 bulan lagi sebelum masa kontraknya benar-benar habis di Timnas Malaysia. Tapi, Kim membuat keputusan yang mengejutkan dengan mengundurkan diri.
Karena mundur sebelum kontrak habis, Kim Pan-gon kemudian dilaporkan harus membayar kompensasi kepada FAM selaku pihak yang mengontraknya.
Berdasarkan laporan dari Stadium Astro yang dikutip dari Majoriti, Wakil Presiden FAM, Datuk Wira Mohd Yusoff Hj. Mahadi, menyebut Kim harus membayar 3,17 juta ringgit atau Rp 10,9 miliar karena pelanggaran kontrak.
Dengan nominal ini, dapat diasumsikan nominal gaji Kim sebagai pelatih Timnas Malaysia. Jika dibagi sisa 17 bulan masa kontraknya, Kim artinya mendapat bayaran 186.882 ribu atau setara Rp 646 juta per bulan.
Pernyataan FAM membongkar fakta bahwa gaji Kim Pan-gon bersama Timnas Malaysia ternyata cukup kecil dibanding Shin Tae-yong.
Baca Juga: Bye-bye Slip Gaji Ribet! Aplikasi Ini Bikin Gaji Karyawan Jadi Mudah dan Transparan
Mantan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sempat membongkar bahwa gaji STY bersama Timnas Indonesia adalah sekitar Rp1,1 miliar per bulannya.
Laporan lain dari New Straits Time bahkan pernah menyebut nominal gaji Kim Pan-gon sebagai pelatih Timnas Malaysia hanya 15 ribu dolar AS atau setara Rp 242 juta per bulan.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
-
Bye-bye Slip Gaji Ribet! Aplikasi Ini Bikin Gaji Karyawan Jadi Mudah dan Transparan
-
HP Justin Hubner Pecah, Netizen Prihatin Meski Gajinya Miliaran Melebihi Pratama Arhan
-
Ditinggal Kim Pan-gon, Malaysia Justru Dirumorkan Datangkan Momok Shin Tae-yong
-
Tahun Pertama Prabowo Jadi Presiden, Gaji PNS Bakal Naik Lagi
-
Media Asing Ungkap Salah Satu Alasan Kim Pan-gon Tinggalkan Timnas Malaysia
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil
-
Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon
-
Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos
-
Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital
-
Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat
-
Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun
-
PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan
-
DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan