Suara.com - Malut United vs Persebaya Surabaya bergulir di Stadion Madya, Jakarta pada Jumat pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini berakhir dengan skor
Pada babak pertama, terjadi jual beli serangan antara kedua tim. Malut United dan Persebaya sama-sama mendapatkan peluang emas.
Akan tetapi, dua kiper Ernando Ari serta M Fahri tampil apik sehingga skor berakhir 0-0 di paruh pertama.
Pada paruh keda, tidak ada gol pun yang terjadi. The Green Force pun ditahan imbang oleh tim promosi Malut United.
Malut United berhasil menggebrak di awal-awal pertandingan. Tim asuhan Ilham Nahumarury mendapatkan peluang emas.
Tendangan Wahyu Prast di dalam kotak penalti berhasil ditepis oleh Ernand Ari. Bola rebound juga tidak berhasil dimaksimalkan Diego Maximo Adorno.
Skuad Bajol Ijo kemudian merespons. Lewat tendangan sepak pojok, Persebaya membahayakan gawang Malut United, tapi bola hanya melebar tipis di kanan gawang.
Alfan Suaib sejatinya berhasil mendapatkan peluang emas setelah menerima umpan panjang dari Mohamed Rashid. Sayangnya tendangannya bisa digagalkan kiper Malut United, M Fahri.
Baca Juga: Persebaya Wajib Waspada! 4 Pemain Malut United Paling Berbahaya: Ada Jebolan FC Porto
Malut United lantas mengancam gawang Persebaya lagi. Kini giliran pemain berlabel timnas Indonesia, Yakob Sayuri dari tendangan bebas.
Beruntung Ernando Ari berhasil menepis tendangan kompatriotnya di timnas Indonesia. Skor babak pertama masih imbang 0-0.
Di babak kedua jual beli serangan terjadi di menit awal. Peluang terbaik didapat Malut United dari Yakob Sayuri yang berhasil menyundul bola di dalam kotak penalti.
Tim berjuluk Laskar Kie Raha mampu menekan Persebaya. Untung saja Ernando Ari tampil apik membuat beberapa penyelamatan gemilang.
Pada menit ke-65, Kasim Botan berhadapan satu sama satu dengan kiper Malut United. M Fahri sukses menepis tendangannya, tapi pemain Persebaya ternyata sudah offside lebih dulu.
Lima menit berselang, anak asuh Paul Munster juga nyaris mencetak gol. Dalam skema serangannya, Persebaya unggul pemain, tapi Bruno Moreira justru membuat keputusan yang kurang tepat.
Berita Terkait
-
Hasil PSBS Biak vs PSM Makassar: Gol Nermin Haljeta Bawa Juku Eja Unggul 1-0 di Babak Pertama
-
Susunan Pemain PSBS Biak vs PSM Makassar: Duo Asing Pimpin Lini Depan Juku Eja
-
Malut United vs Persebaya: Laskar Kie Raha Siap Rebut 3 Poin!
-
Indra Sjafri Sentil Klub BRI Liga 1 Jelang TC Timnas Indonesia di Korea, Kenapa?
-
Buah Debut Manis Bersama Persib, Dimas Drajad Dipanggil Shin Tae-yong
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal