Suara.com - Perbandingan statistik Timnas Indonesia vs Australia, dua negara tetangga yang akan berhadapan di laga kedua grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia akan melanjutkan kiprahnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Australia, Selasa (10/9/24).
Jelang laga ini, kedua tim berada dalam kondisi moril yang berbanding terbalik pasca melakoni laga perdana grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Timnas Indonesia berada dalam kepercayaan diri tinggi usai berhasil menahan imbang Arab Saudi di laga perdana grup C.
Di sisi lain, Australia tengah berada dalam kondisi terpuruk pasca takluk di kandang dari Bahrain di laga perdana grup C.
Di atas kertas, Australia memang masih diunggulkan ketimbang Timnas Indonesia, mengingat materi pemain serta ranking kedua tim.
Tapi skuad Garuda punya senjata pamungkas untuk menghadapi Australia yakni bermain di depan hadapan puluhan ribu suporternya.
Jelang laga ini, menarik untuk membandingkan Timnas Indonesia maupun Australia di segala hal. Seperti apa perbandingannya?
Australia Unggul atas Indonesia
Baca Juga: Timnas Indonesia Makin Mengerikan, Senjata Baru Siap Debut Lawan Jepang pada November
Jika membandingkan Timnas Indonesia dengan Australia, maka nama terakhir unggul di segala hal ketimbang nama pertama.
Sebagai contoh, Australia unggul dari segi nilai pasar skuadnya yang mencapai Rp739 miliar ketimbang Indonesia dengan nilai pasar skuad hanya sekitar Rp286 miliar.
Bahkan berkaca dari Head to Head keduanya, Australia juga unggul dengan memenangkan 15 pertandingan dari total 18 pertemuan dengan Indonesia.
Soal ranking FIFA, Australia juga unggul jauh ketimbang Timnas Indonesia. tim berjuluk Socceroos itu berada di peringkat ke-24 dunia, dan tim Merah Putih berada di peringkat 133 dunia.
Lalu bagaimana dengan materi pemain? Bukan tanpa sebab Australia bisa duduk di peringkat ke-24 dunia. Keberhasilan ini juga tak lepas dari materi pemain kelas wahid yang dimilikinya.
Di skuadnya saat ini, Australia memiliki 19 pemain yang berkarier di Eropa dari 24 pemain yang dibawanya untuk menghadapi Indonesia.
Sedangkan Timnas Indonesia hanya memiliki 13 pemain yang berkarier di luar negeri dari 26 pemain yang dimilikinya pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 saat ini.
Australia Rombak Pemain saat Jumpa Indonesia
Meski unggul segalanya atas Indonesia, Australia tetap tak memandang remeh skuad Garuda jelang pertemuan keduanya nanti.
Hal ini terlihat dari perombakan pemain yang dilakukan Graham Arnold untuk menghadapi Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Sebagai contoh, dikutip dari socceroos.com, Australia memutuskan mencoret strikernya, Kusini Yengi, yang dikartu merah saat menghadapi Bahrain.
Sebagai gantinya, Graham Arnold memanggil penyerang Aalborg BK, John Iredale, untuk membongkar pertahanan tuan rumah.
John Iredale bukanlah nama sembarangan meski dirinya terhitung memiliki caps yang sedikit bersama Australia di kancah internasional.
Penyerang berusia 25 tahun itu sempat menimba ilmu di SC Heerenveen di Belanda dan juga di Wolfsburg di Jerman.
Tak tanggung-tanggung, kala bermain di akademi SC Heerenveen, ia mampu mencetak 18 gol dari 26 laga di tim U-19.
Lalu di akademi Wolfsburg, John Iredale juga mampu mencetak 14 gol dari 21 pertandingan. Catatan itu membuatnya harus diwaspadai oleh Timnas Indonesia.
3 Pemain Australia yang Harus Diwaspadai
1. Jackson Irvine
Jackson Irvine merupakan gelandang senior di kubu Australia.
Pemain berusia 30 tahun itu sudah mengantongi 55 caps bersama Socceroos.
Ia tergolong pemain senior bukan karen usia semata, melainkan juga karena pengalamannya yang segudang di Eropa.
Selama kariernya, ia pernah bermain bagi Celtic FC, Hull City, dan kini berkarier di klub Bundesliga Jerman, yakni FC St. Pauli.
2. Nestory Irankunda
Tak hanya pemain senior seperti Jackson Irvine, Australia juga punya pemain muda yang bisa membuat pertahanan Timnas Indonesia kocar-kacir.
Sosok itu adalah Nestory Irankunda. Pemain berusia 18 tahun ini disebut sebagai pemain muda bertalenta Australia saat ini.
Karena talentanya, klub sekelas Bayern Munich bahkan mau menebusnya. Kini ia pun bermain di akademi klub raksasa Jerman tersebut.
3. Harry Souttar
Nama Harry Souttar sempat menjadi pesakitan kala Australia dikalahkan Bahrain 0-1.
Ia menjadi biang kerok kekalahan Socceroos karena membuat gol bunuh diri.
Meski begitu, pemain berusia 25 tahun itu wajib diwaspadai oleh Timnas Indonesia, terutama saat menghadapi situasi bola mati.
Dengan posturnya yang hampir 2 meter, Harry Souttar kerap unggul duel udara. Salah satunya saat menjebol gawang Timnas Indonesia di babak 16 besar Piala Asia 2023 lalu.
(Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bakal Ikuti Jejak Ramadhan Sananta, Kapten Persita Muhammad Toha Diincar Klub Liga Malaysia
-
Agen Erling Haaland Sebut Manchester City Klub Tersulit untuk Negosiasi
-
Ole Romeny Hapus Oxford United dari Bio Instagram, Rumor ke Persib Kembali Menguat
-
Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final
-
Persib Bandung Hormati Keputusan Venue Laga Kontra Persija Dipindah ke Samarinda
-
Hadiah Juara 3 Kali Lebih Besar dari Piala AFF, Timnas Indonesia Wajib Incar Trofi FIFA ASEAN Cup
-
Casemiro Nilai Michael Carrick Layak Jadi Pelatih Permanen Manchester United
-
AS Monaco Ingin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
-
Legowo, Jonathan Tah Akui PSG Layak ke Final Liga Champions