Suara.com - Sosok ibu kandang Ian Maatsen mulai mendapatkan sorotan dari publik karena disebut-sebut berasal dari Jawa. Ini tak terlepas dari kabar anaknya itu yang bakal menjalani proses naturalisasi memperkuat Timnas Indonesia.
Rumor ini tak terlepas dari munculnya sosok Ian Maatsen ketika akun Instagram @oranje_indonesia, yang berstatus sebagai perwakilan KNVB di Indonesia, yang mengunggah foto Mees Hilgers.
Dalam foto tersebut, akun @oranje_indonesia menampilkan sosok Mees Hilgers yang tengah duduk bersanding dengan Ian Maatsen. Unggahan inilah yang mendapatkan perhatian dari publik pecinta Timnas Indonesia.
Sebab, Ian Maatsen diketahui memiliki darah Indonesia dari ibunya. Hal inilah yang memunculkan dugaan bahwa dia menjadi salah satu calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia selanjutnya.
Lalu, dari mana darah Indonesia yang didapatkan oleh Ian Maatsen? Benarkah ibu kandungnya berasal dari Jawa? Berikut Suara.com menyajikan ulasannya.
Mengenal Latar Belakang Ian Maatsen
Ian Maatsen merupakan salah satu pesepak bola muda kelahiran Vlaardingen, Belanda, yang punya kiprah mentereng. Di usianya yang muda, dia sudah bermain dengan sejumlah klub elite di kompetisi Eropa.
Dia tercatat mengawali karier profesionalnya bersama Chelsea pada 2019. Selama bermain di sana, dia menjalani beberapa kali peminjaman bersama Charlton Athletic, Coventry City, Burnley, dan Borussia Dortmund.
Ian Maatsen memang pernah muncul sebagai salah satu pemain yang diharapkan bisa menjalani proses naturalisasi Timnas Indonesia. Sebab, dia punya potensi yang besar karena jadi amunisi Timnas Belanda U-21.
Baca Juga: Peningkatan Harga Pasar Ian Maatsen jika Bela Timnas Indonesia, Bisa Tembus Rp1 Triliun?
Dia disebut-sebut memiliki darah keturunan Jawa. Pasalnya, darah Indonesia yang diperoleh dari ibu
nya yang berasal dari Suriname. Jika menarik lebih jauh, leluhur ibunya itulah yang berasal dari Jawa.
Sayangnya, peluang Timnas Indonesia untuk mendapatkan bantuan dari Ian Maatsen mulai menipis. Sebab, pemain berusia 22 tahun itu sudah mendapatkan panggilan dari Timnas Belanda di level senior.
Panggilan itu pertama kali datang pada fase Kualifikasi Euro 2024 pada tahun 2023. Namun, ketika itu, dia harus puas duduk di bangku cadangan, tepatnya saat melawan Yunani dan Perancis.
Ian Maatsen juga pernah dipanggil Oranje untuk mengarungi Euro 2024. Sayangnya, saat Timnas Belanda bisa melaju sampai semifinal, dia sama sekali tak mendapatkan kesempatan bermain.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
-
Peningkatan Harga Pasar Ian Maatsen jika Bela Timnas Indonesia, Bisa Tembus Rp1 Triliun?
-
Eliano Reijnders: Saya Bisa Bermain di Semua Posisi
-
Dihubungkan dengan Timnas Indonesia, Ian Maatsen Akui Kecewa dengan Belanda
-
Jawaban Kontradiktif PSSI Soal Proses Naturalisasi Mauro Ziljstra, Jadi Gak Sih?
-
Kabar Buruk dari 3 Pemain Ganas Bahrain untuk Timnas Indonesia, Statistik Edan Lengah Dikit Bisa Hancur!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?