Suara.com - Anggota Komite NOC Indonesia, Hifni Hasan tengah jadi sorotan publik sepak bola nasional. Hal ini buntut kritik yang disampaikan Hifni Hasan kepada pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Hifni Hasan yang datang ke acara awarding, Jebreetmedia Award 2024 mewakili ketua umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengkritik Shin Tae-yong soal kebijakan naturalisasi di Timnas Indonesia.
Di depan muka Shin Tae-yong dan para tamu yang hadir di acara awarding itu, Hifni Hasan mengatakan bahwa ia adalah orang yang paling keras untuk masalah naturalisasi.
"Pertama, saya mau berbicara tentang Coach Shin Tae-yong. Jadi, saya ini orang yang paling keras untuk masalah naturalisasi," kata Hifni Hasan seperti dikutip dari kanal YouTube Jebreeet Media.
"Saya coba memberitahu kepada beliau, jangan terlalu banyak pemain naturalisasi dibawa ke tubuh sepak bola Indonesia," tambah pria berkepala plontos itu.
Sontak saja ucapan dari Hifni Hasan ini menimbulkan polemik. Bahkan pihak Jebreetmedia sampai harus buka suara perihal ucapan Hifni itu.
Valentino Simanjuntak dalam pernyataan resmi mengaku kaget dengan apa yang dilakukan oleh Hifni. Si Jebret mengatakan bahwa ia sampai tidak enak dengan pelatih Shin Tae-yong.
"Saya pribadi juga terkejut. Saya merasa tidak nyaman dan tidak enak terhadap Shin Tae-yong," tulis Valentino dalam pernyataan resmi Jebreeet Media.
Pecinta sepak bola nasional pun ramai-ramai menggeruduk akun Instagram Hifni. Terbaru, ia unggah postingan terbaru di akun miliknya itu.
Baca Juga: Tuntaskan 2 Laga, Indra Sjafri Buktikan Dirinya Tak Salah dalam Memilih Duo Pemain Ini
Pada postingan itu, Hifni unggah foto ia dengan pelatih Shin Tae-yong. Di foto itu, Hifni juga menuliskan caption yang berbunyi bahwa Shin Tae-yong tetap santai.
"STY saja santai dan tetap Focus sebagai pelatih TimNas Pildun," tulis Hifni.
Namun terpantau kolom komentar akun Instagram miliknya ditutup. Sementara itu, pihak NOC Indonesia juga sudah buka suara perihal aksi Hifni tersebut.
Pihak NOC Indonesia tegaskan pernyataan Hifni tidak pantas disampaikan. Hal ini karena Hifni hadir di acara itu mewakili ketum NOC Indonesia.
"Yang bersangkutan tidak pantas menyampaikan pendapatnya pada kesempatan tersebut, karena beliau hadir mewakili ketua umum Indonesia," tulis pernyataan resmi NOC Indonesia.
Berita Terkait
-
Tuntaskan 2 Laga, Indra Sjafri Buktikan Dirinya Tak Salah dalam Memilih Duo Pemain Ini
-
Iri Lihat Mees Hilgers, Cina Dirumorkan Bakal Naturaliasi Pemain Ajax
-
Sosok Lielyana Halim Ibunda Welber Jardim, Beri Pesan untuk Timnas U-20
-
Kondisi Cedera Shayne Pattynama usai Main di KAS Eupen, Bisa Dipanggil Timnas Indonesia?
-
Perbandingan Pemain Termahal Timnas Indonesia vs Bahrain, Jago Siapa?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung