Suara.com - Asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto mengungkapkan evaluasi bakal dilakukan setelah gagal di Piala AFF 2024. Menurut tangan kanan pelatih Shin Tae-yong itu apapun bisa terjadi dalam sepak bola.
Timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2024 usai dikalahkan Filipina pada laga pamungkas Grup B dengan skor 0-1. Poin yang dikumpulkan skuad Garuda tidak cukup buat lolos.
Sebelum kalah 0-1 dari Filipina, tim Merah Putih juga dipecundangi Vietnam dengan skor yang sama.
Selain itu, Muhammad Ferarri dan kawan-kawan juga cuma bisa tampil seri saat bersua Laos 3-3.
Timnas Indonesia cuma bisa menang saat melawan Myanmar. Itu pun harus bersusah payah sehingga cuma menang tipis 1-0.
"Pastinya bukan hasil yang kita harapkan. Tetapi dalam sepak bola apa pun bisa terjadi," ujar Nova dalam akun Instagramnya, @novarianto30, Minggu (22-12-2024).
"Akan menjadi pembelajaran yang sangat baik untuk pemain pemain muda kami menjalani prosesnya," lanjutnya.
Adapun di Piala AFF 2024, Timnas Indonesia memang tidak memakai kekuatan terbaik.
Shin Tae-yong lebih memilih membawa pemain-pemain berusia di bawah 22 tahun.
Baca Juga: Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2024, Eks Barcelona: Menyedihkan...
Cuma Asnawi Mangkualam saja yang berumur di atas 22 tahun.
Nova berharap pemain juga bisa belajar dari kegagalan ini.
"Evaluasi pastinya akan terus dilakukan dan pemain pasti juga harus bisa merasakan apa yang menjadi kekurangan selama Piala AFF 2024. Segitunya juga pemain harus bisa memperbaikinya sehingga mereka akan bisa terus berkembang ke depannya," kata Nova.
"Terima kasih usaha dan kerja keras pemain dan semua anggota Timnas Indonesia. Harapannya ke depan kita bisa membuat cerita yang lebih baik untuk sepak bola Indonesia."
"Terima kasih untuk semua pecinta sepak bola Indonesia atas dukungannya. Kami minta maaf dan tetap berikan masukan yang positif untuk sepak bola Indonesia kedepan lebih baik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Mesin Gol Liga Australia Berpotensi Jadi Pemain Naturalisasi Pertama John Herdman
-
Dedi Kusnandar Bicara Peran Layvin Kurzawa di Persib: Bukan Sekadar Nama Besar
-
3 Kerugian Ivar Jenner jika Pilih Berkarier di Super League usai Tinggalkan FC Utrecht
-
Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Kemunduran atau Kemajuan Karier?
-
Bos Ajax Amsterdam: Maarten Paes Rajin, Mentalitas Tinggi dan Kiper Berbakat
-
3 Calon Klub Ivar Jenner Usai Dilepas FC Utrecht, Ada Eks Klub Kapten Timnas Indonesia
-
Angin Segar untuk John Herdman, Pemain Keturunan Grade A Buka Pintu Gabung Timnas Indonesia
-
Jay Idzes Siap-siap Pamit? Pinjaman Juventus ke Sassuolo Masih Muda dan Lincah
-
Masih Muda tapi ke Super League, Dion Markx Bongkar Alasan Mau ke Persib
-
4 Calon Pemain Naturalisasi yang Terancam Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia