Suara.com - Persebaya menutup tahun 2024 dengan hasil buruk. Melakoni laga tandang ke markas Bali United pada matchday ke-17 BRI Liga 1 2024/2025, pasukan Paul Munster kalah 0-2.
Dua gol kemenangan Bali United dicetak oleh Privat Mbarga di menit ke-63 dan Irfan Jaya tiga menit kemudian. Kekalahan ini membuat Bajul Ijo--julukan Persebaya selisih 2 poin dari Persib di klasemen BRI Liga 1.
Kekalahan dari Bali United membuat kecewa pelatih Paul Munster. Ia bilang, perfomance anak asuhnya saat melawan Bali United memang tidak cukup bagus.
"Saya kecewa dengan pemain kami karena perfomance tidak cukup bagus," kata Munster seperti dikutip dari laman resmi klub, Minggu (29/12).
Munster menyoroti dua peluang emas yang gagal dikonversi menajdi gol. Pelatih asal Irlandia Utara itu, pemain Persebaya menyia-nyiakan peluang untuk bisa menang.
"Seperti yang saya katakan, di pertandingan besar, pemain harus step up. Kita memiliki kesempatan untuk menang, namun pemain tidak melakukannya,” sambungnya.
Hasil melawan Bali United membuat Persebaya catatkan dua kekalahan di putaran pertama BRI Liga 1 2024/2025. Hasil yang terbilang cukup bagus.
Next kata Munster, ia akan melakukan evaluasi secara mendalam untuk mengarungi putara kedua. Utamanya laga di Januari 2025 melawan PSS Sleman.
“Tapi, kami memiliki putaran pertama yang bagus. Mengantongi 37 poin harus kita syukuri. Musim ini belum selesai. Saya selalu memberitahu semua, perjalanan masih panjang, dan kita harus lebih baik lagi,” jelasnya.
Baca Juga: Head to Head Persis vs Persib: Misi Laskar Sambernyawa Jegal Maung Bandung
Sementara itu, Oktafianus Fernando mengatakan ia bersama rekan lainnya sudah berusaha maksimal untuk meraih poin di laga terakhir paro kedua. Namun, hasil akhir belum berpihak timnya.
“Kita tahu, kita menutup laga putaran pertama disini dengan kekalahan, dan kita berpikir selanjutnya, pada putaran kedua,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
Head to Head Persis vs Persib: Misi Laskar Sambernyawa Jegal Maung Bandung
-
Mertua Pratama Arhan Janjikan Pemain Baru untuk Semen Padang
-
3 Kata Berkelas Maciej Gajos Usai Bawa Persija Menang
-
Misi Persib Juara Paruh Musim di Manahan, Bojan Hodak: Ini Laga Berat
-
Persebaya Surabaya Ditumbangkan Bali United, Terancam Lengser dari Puncak Klasemen?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diego Simeone Terima Atletico Tersingkir di Liga Champions: Nggak Ada Alasan
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?