Suara.com - Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin menjelaskan perihal lika-liku hukuman pengurangan poin yang diterima timnya buntut dari insiden 12 pemain berada di lapangan.
Insiden kontroversial terjadi saat PSM Makassar menghadapi Barito Putera pada 22 Desember lalu. Juku Eja sejatinya menang 3-0 di laga itu, tetapi dianggap kalah karena insiden yang terjadi di menit-menit akhir tersebut.
Muhammad Nur Fajrin menceritakan bahwa PT Liga Indonesia Baru (LIB) merujuk putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, menjatuhkan hukuman pengurangan 6 poin.
Pengurangan tiga poin merupakan hasil dari keputusan menganggap PSM Makassar kalah walk over (WO) melawan Barito Putera. Sementara pengurangan tiga poin lain muncul akibat kekeliruan PT LIB.
Manajemen PSM Makassar mengetahui mereka dijatuhi hukuman pengurangan enam poin dari 27 menjadi 21 pada Senin (30/12/2024) pagi WIB. Posisi Pasukan Ramang pun melorot dari peringkat delapan ke urutan 12.
"Terkait dengan kesalahan implementasi sanksi, tentu kami menyayangkan adanya kesalahan tersebut. oleh karena itu setelah menerima informasi kemudian mengecek isi putusan komdis dan mengacu regulasi yang ada, kami komplain terhadap hal tersebut," kata Fajrin dalam konferensi pers virtual yang dihadiri Suara.com, Senin (30/12/2024).
Menurut Fajrin, PT LIB telah mengakui adanya kekeliruan perihal pengurangan tiga poin di luar keputusan kalah WO. Alhasil, PSM Makassar kini cuma dijatuhi hukuman pengurangan tiga poin.
"Kami sudah menyampaikan ke LIB atas kekeliruan, alhamdulillah langsung dicek dan dikoreksi. Itu kami apresiasi bahwa LIB mau mendengarkan dan mengecek kembali atas penerapan sanksi," jelas Fajrin.
Meski senang dengan sikap PT LIB, PSM Makassar menegaskan juga ingin mengajukan banding perihal hukuman kalah WO yang mereka terima. Pasalnya, mereka menganggap kesalahan bukan berasal dari kubu tim, melainkan ofisial pertandingan dalam hal ini wasit keempat.
Baca Juga: Kontroversi 12 Pemain di PSM Makassar vs Barito Putera, PT LIB: Keputusan yang Diambil...
"Setelah ada keputusan ini kami langsung rapat mengapa ini terjadi. karena kelalaian ini tak ada yang menegaskan pelanggaran yang dilakukan PSM, itu mengagetkan buat kami," ucap Fajrin.
"Kami sudah banding per pagi ini kepada Komite Banding (PSSI). Permohonan sudah kami sampaikan, saat ini kami sedang siapkan memori banding untuk Komite Banding. Sesuai aturan paling lambat 7 hari dari keputusan Komdis," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
Terkini
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Resmi Jadi Pemain Persebaya, Ramadhan Sananta: Halo Rek, Aku Wis Ijo!
-
Ogah Rugi, Real Madrid Tak Lepas Dani Ceballos Gratisan ke Betis
-
Jurnalis Belanda Bongkar Sisi Lain Timnas Indonesia Kerap Ditunggangi Politik
-
Prediksi Skor Inggris vs Kroasia: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Menang Atas Yordania, Gelandang Austria Sudah Prediksi Laga Berjalan Berat
-
Lionel Messi Hattrick, Cristiano Ronaldo Quattrick ke Gawang Kongo?
-
Dipukul Fakta: Bukan Messi, Rekor Gol Piala Dunia Masih Milik Striker Brasil
-
Rebutan Bola Hattrick Lionel Messi, Sosok Ini Berhasil Amankan dan Bawa Kabur
-
Pesawat yang Digunakan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 Punya Rekam Jejak Mengerikan