Suara.com - Patrick Kluivert merupakan mantan striker legendaris asal Belanda. Dia dikabarkan menjadi kandidat kuat menggantikan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh pengamat sepak bola, Haris Pardede, berdasarkan data dari sumber terpercaya.
"Klue-nya adalah mantan striker tim nasional Belanda yang sudah pensiun, memiliki gaji yang sesuai, dan memiliki lisensi kepelatihan," ujar Haris Pardede di kanal YouTube Bung Harpa, Senin (6/1/2025).
Setelah melakukan konfirmasi ke beberapa sumber, Haris menyebut nama Patrick Kluivert sebagai kandidat paling potensial.
"Jika kalian menebak Patrick Kluivert, ya itu dia. Saya mendapatkan informasi dari beberapa sumber yang kredibel," tambahnya.
Patrick Kluivert bukan sosok sembarangan di dunia sepak bola. Sebagai pemain, ia telah membawa Ajax Amsterdam meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Eredivisie, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Interkontinental.
Ketika berseragam Barcelona, Kluivert turut mengantarkan klub raksasa Spanyol tersebut menjuarai La Liga. Selain itu, ia membawa PSV Eindhoven merebut gelar Eredivisie.
Di level individu, Kluivert pernah menjadi top skor Euro 2000 dan masuk dalam lima besar perebutan trofi Ballon d’Or 2000.
Namun, prestasinya sebagai pelatih masih jauh dari harapan. Patrick Kluivert pernah menangani sejumlah tim seperti FC Twente U-21 dan Adana Demirspor. Di level tim nasional, ia pernah menjadi asisten pelatih Timnas Belanda serta pelatih utama Timnas Curacao.
Sebagai pelatih, Kluivert hanya meraih satu gelar, yaitu Beloften Eredivisie bersama FC Twente pada musim 2011-2012, kompetisi khusus untuk tim cadangan.
Keputusan resmi terkait masa depan Shin Tae-yong akan diumumkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung hari ini (6/1/2025) pukul 12.00 WIB di Jakarta.
Tema besar yang akan dibahas adalah rencana baru PSSI untuk Timnas Indonesia pada 2025, termasuk potensi hadirnya Patrick Kluivert sebagai pelatih baru.
Berita Terkait
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje
-
Naik Bus Sekolah, Pulang Bawa 4 Gol: Curacao Bikin Heboh Jelang Piala Dunia 2026
-
Timnas Indonesia Era Herdman Lebih Gacor, Apa Kabar Patrick Kluivert?
-
Kata-kata Shin Tae-yong saat Bertemu Patrick Kluivert
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim