- Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville menjadi korban serangan rasis di media sosial usai Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026.
- KNVB melaporkan kasus tersebut ke lembaga penanganan diskriminasi daring dan membuka peluang membawa pelaku ke proses pidana.
- Federasi Belanda menegaskan rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola dan berharap kasus ini menjadi efek jera bagi pelaku ujaran kebencian.
Suara.com - Justin Kluivert, putra penyerang legendaris Patrick Kluivert, menjadi sasaran serangan rasisme di media sosial.
Insiden tersebut terjadi setelah Justin gagal mengeksekusi penalti dalam kekalahan Timnas Belanda dari Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) merespons tegas dengan menyatakan kesiapannya membawa kasus tersebut ke ranah hukum.
Selain Justin Kluivert, dua pemain lainnya, Quinten Timber dan Crysencio Summerville, juga menjadi korban ujaran bernada diskriminatif.
Ketiga pemain tersebut dihujani komentar kebencian setelah Belanda kalah 2-3 dari Maroko melalui adu penalti di Monterrey.
KNVB Siap Tempuh Jalur Hukum
KNVB mengutuk keras tindakan para pelaku yang dinilai mencederai nilai-nilai sportivitas dalam sepak bola.
"Kami menganggap hal ini sangat mengerikan, dan kami akan mengajukan kasus ini ke 'Meld Online Discriminatie' (Laporkan Diskriminasi Online)," tulis pernyataan resmi KNVB.
Lembaga tersebut nantinya akan menilai apakah komentar-komentar tersebut memenuhi unsur tindak pidana.
Baca Juga: Haaland Kembali Jadi Pahlawan meski Norwegia Minim Peluang, Pelatih: Dia Finisher Terbaik di Dunia
"Hal ini dapat mengarah pada pengaduan resmi yang diajukan ke Layanan Penuntutan Publik, yang kemudian dapat memulai penyelidikan kriminal," lanjut KNVB.
Federasi menegaskan identitas para pelaku akan ditelusuri secara serius sebagai bentuk komitmen memberantas rasisme di ruang digital.
Belajar dari Kasus Timnas Inggris
Kasus yang dialami Justin Kluivert mengingatkan pada insiden serupa yang menimpa pemain Timnas Inggris usai final Euro 2020 yang digelar pada 2021.
Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Jadon Sancho juga menjadi sasaran serangan rasial setelah gagal mengeksekusi penalti saat menghadapi Italia.
Kala itu, aparat keamanan Inggris bergerak cepat hingga menjatuhkan hukuman penjara kepada dua pelaku ujaran kebencian.
Berita Terkait
-
Belanda Remuk di Piala Dunia 2026: Koeman Mundur dan Rasisme Pemain Merebak
-
Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
-
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
-
Penyakit Lama Kambuh, Jerman Kembali Tersingkir Dini dari Ajang Piala Dunia
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan
-
Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar
-
Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Lebih dari Sekadar Kopi dan Hujan: Membedah Makna Spiritual Lirik Bersenja Gurau
-
Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan
-
Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya
-
Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026
-
Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan
-
8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui
-
Bukan Sekadar Dayang: Genduk Duku dan Perempuan yang Melawan Kuasa