Bola / BolaTaiment
Rabu, 01 Juli 2026 | 01:11 WIB
Justin Kluivert, Crysencio Summerville, dan Quinten Timber diserang komentar rasis usai gagal mengeksekusi penalti dalam laga melawan Maroko di Piala Dunia 2026. [@Choudhury08]
Baca 10 detik
  • Pemain timnas Belanda, Justin Kluivert, Crysencio Summerville, dan Quinten Timber menerima ujaran rasis usai tersingkir di Piala Dunia 2026.
  • Ketiga pemain tersebut membatasi akses komentar media sosial sebagai respons atas serangan kebencian dari oknum suporter pasca pertandingan.
  • Federasi Sepak Bola Belanda mengecam tindakan diskriminasi tersebut dan akan melaporkan pelaku kepada pihak berwenang untuk proses hukum.

Suara.com - Gelombang kecaman terhadap rasisme mencuat setelah tiga pemain timnas Belanda menjadi sasaran ujaran kebencian di media sosial.

Justin Kluivert, Crysencio Summerville, dan Quinten Timber diserang komentar rasis usai gagal mengeksekusi penalti dalam laga melawan Maroko di Piala Dunia 2026.

Pertandingan babak 32 besar tersebut berakhir dramatis setelah adu penalti.

Ketiga pemain itu gagal mencetak gol, yang berujung pada tersingkirnya Belanda dari turnamen.

Pasca laga, ketiganya langsung membatasi kolom komentar di akun media sosial masing-masing.

Timnas Belanda. (Instagram/OnsOranje)

Langkah ini diambil setelah membanjirnya komentar bernada kebencian, termasuk ujaran rasis dari oknum yang mengaku sebagai suporter.

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengecam keras tindakan tersebut.

“Kami menganggap ini sangat mengerikan,” demikian pernyataan resmi KNVB.

KNVB menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang yang menyatukan, bukan memecah belah.

Baca Juga: Kalah dari Maroko, Jalanan Belanda Berubah Jadi Medan Perang Suporter vs Polisi

“Sepak bola menyatukan jutaan orang dari berbagai latar belakang, dan diskriminasi justru bertentangan dengan nilai tersebut,” lanjut pernyataan itu.

Federasi juga mendorong masyarakat untuk melaporkan tindakan diskriminasi secara online melalui platform resmi.

KNVB menyatakan akan menindaklanjuti kasus ini dengan pelaporan ke pihak berwenang.

“Setelah laporan masuk, akan dinilai apakah tindakan tersebut melanggar hukum. Ini bisa menjadi awal proses hukum hingga penyelidikan pidana,” tulis KNVB.

Load More