Suara.com - Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, menduga bahwa salah satu faktor utama di balik keputusan PSSI tidak melanjutkan kerja sama dengan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia adalah kendala komunikasi.
Pelatih asal Korea Selatan ini diketahui belum menguasai bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia dengan baik selama menjabat sejak akhir 2019.
Masalah bahasa dianggap menjadi hambatan signifikan dalam proses komunikasi antara Shin Tae-yong dan para pemain, baik yang berasal dari Indonesia maupun pemain naturalisasi.
Situasi ini mengharuskan pelatih menggunakan jasa penerjemah, yang dinilai bisa menyebabkan potensi distorsi dalam penyampaian pesan.
Menurut Kesit, keselarasan komunikasi di lapangan adalah kunci keberhasilan dalam dunia sepak bola profesional.
"Ini juga jadi salah satu kendala juga, biar bagaimana pun komunikasi itu penting," kata Kesit kepada Suara.com.
"Kalau pemain Indonesia kemudian campur dengan naturalisasi, sementara STY pakai bahasa Korea yang harus di-translate, berarti ada dua bahasa yang harus disampaikan. Kan gak mungkin, kalau bahasa Indonesia kan pemain-pemain naturalisasi belum sepenuhnya paham."
"Yang dikhawatirkan itu apakah kemudian pesannya sampai 100 persen itu ke pemain. Ya 'kan bisa saja terjadi distorsi cuma 60 persen, 80 persen, bahkan bisa lebih penyampaiannya kalau risiko menggunakan penerjemah 'kan begitu."
Shin Tae-yong, meskipun telah membawa Timnas Indonesia ke beberapa pencapaian penting, belum menunjukkan tanda-tanda serius untuk mempelajari bahasa asing yang relevan selama masa kepemimpinannya.
Baca Juga: Marc Klok Hormati Shin Tae-yong Dipecat: Kami Punya Momen Tidak Baik
Hal ini menimbulkan tantangan besar, terutama ketika instruksi teknis yang kompleks harus disampaikan dengan jelas dan cepat kepada para pemain.
Kesit menyoroti bahwa adanya perbedaan latar belakang bahasa antara pemain lokal dan naturalisasi semakin memperumit situasi.
Dengan penggunaan bahasa Korea yang diterjemahkan, risiko penyampaian informasi yang tidak sepenuhnya akurat menjadi tinggi.
Ia berpendapat bahwa komunikasi langsung tanpa penerjemah dapat mengurangi risiko misinterpretasi dan meningkatkan efektivitas taktik di lapangan.
Meskipun PSSI tidak secara eksplisit menyebutkan kendala bahasa sebagai alasan pemutusan kerja sama, Kesit melihat ini sebagai salah satu poin evaluasi penting.
Ia menilai bahwa pesan yang disampaikan melalui penerjemah sering kali kehilangan keutuhan atau makna aslinya, yang pada akhirnya dapat memengaruhi performa tim secara keseluruhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Persib Ulang Tahun ke-93, Umuh Muchtar Berharap Hattrick Juara
-
3 Pemain dengan Caps Terbanyak di Timnas Indonesia yang Dipanggil John Herdman
-
Borneo FC Lagi Garang-garangnya, Nadeo Harap Pesut Etam Lumat Persib di Samarinda
-
Tak Terbeban Nama Besar Ayah, Rafa Abdurrahman Fokus Buktikan Diri di Timnas Indonesia U-20
-
Dukungan untuk Iran di Piala Dunia 2026 Bikin Keisuke Honda Kehilangan Kontrak dari Perusahaan AS
-
Bek Persib Frans Putros Soroti Situasi Timur Tengah Jelang Play-off Piala Dunia 2026
-
Posisi Maarten Paes Aman di Bawah Pelatih Anyar Ajax Amsterdam?
-
Pernah Ditemui Indra Sjafri, Winger Keturunan Indonesia Teken Kontrak di FC Twente
-
Thom Haye Dapat Lampu Hijau Tinggalkan Indonesia
-
Persib Puncaki Klasemen, Bojan Hodak Santai Hadapi Tekanan Borneo FC