Suara.com - Salah satu calon asisten pelatih yang disebut bakal mendampingi Patrick Kluivert sebagai nakhoda Timnas Indonesia, Denny Landzaat, ternyata juga memiliki darah keturunan Indonesia dari leluhurnya.
Nama Denny Landzaat mencuat setelah polemik penunjukan Patrick Kluivert sebagai suksesor Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Selain Danny, muncul pula nama Alex Pastoor, eks juru taktik Almere City.
Sosok Danny Landzaat pun menyajikan latar belakang yang cukup menarik, mengingat dirinya merupakan eks pemain Timnas Belanda yang punya darah keturunan Indonesia. Ikatan darah ini tampaknya berbeda dengan konteks pemain diaspora di skuad Garuda saat ini.
Pasalnya, ada hubungan yang tidak harmonis dari segi historis antara leluhur Danny Landzaat yang terafiliasi dengan Republik Maluku Selatan (RMS). Lantas, bagaimana kemelut politis itu bisa terjadi? Berikut Suara.com menyajikan ulasannya.
Dari sejumlah sumber yang ditelusuri Suara.com, Danny Landzaat dikabarkan memiliki darah Indonesia yang berasal dari ibunya. Ibunya disebut-sebut berasal dari Maluku, sebuah wilayah kepulauan di Indonesia bagian timur.
Yang menarik dari Danny ialah afiliasi politiknya dengan Republik Maluku Selatan (RMS). Sebab, Danny pernah menceritakan momen undangan yang diperolehnya dari Presiden Ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
Ketika itu, Presiden SBY berencana untuk datang ke Belanda. Danny yang mendapatkan undangan pun mengeluarkan pernyataan keras yang ditujukan kepada Republik Indonesia pada 21 November 2010.
"Saya menerima undangan melalui Kedutaan Besar untuk bertemu Yudhoyono (Presiden SBY), sama seperti Giovanni van Bronckhorst," kata Denny Landzaat seperti dilansir dari situs Voetbal International.
"Tetapi orang-orang itu menindas bangsaku. Jika Anda secara terbuka mendukung perjuangan Maluku, Anda berada dalam bahaya. Tidak ada kebebasan berpendapat (di Indonesia), orang-orang dipenjara dan disiksa," ungkapnya.
Afiliasi politik semacam ini memang tak bisa dilepaskan dari latar belakang ibunya yang berasal dari Maluku. Ketika itu, keluarga besarnya yang terafiliasi dengan RMS ikut berperang melawan Indonesia.
Baca Juga: Resmi! PSSI Umumkan Patrick Kluivert Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Sebagai informasi, RMS diproklamasikan pada 25 April 1950. Mereka berusaha melakukan pemberontakan untuk melepaskan diri dari cengkeraman Republik Indonesia yang saat itu baru saja merdeka.
"Ibu saya datang ke Belanda dari Maluku pada usia 2 tahun bersama ribuan orang. Mereka ialah tentara dan keluarga yang pernah berperang bersama tentara Belanda melawan Republik Indonesia," ungkapnya.
"Karena asal usul dan sejarah saya, saya merasa sangat terhubung dengan masyarakat Maluku. Saya tegaskan, saya juga menjahit bendera Maluku di sepatu sepak bola saya," imbuh lelaki kelahiran Amsterdam itu.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
-
Resmi! PSSI Umumkan Patrick Kluivert Jadi Pelatih Timnas Indonesia
-
Jejak Denny Landzaat Calon Asisten Pelatih Timnas Indonesia: Jahit Bendera RMS di Sepatu, Tolak Ketemu Presiden SBY
-
Patrick Kluivert: Berkat Shin Tae-yong Timnas Indonesia Punya Peluang ke Piala Dunia 2026
-
Denny Landzaat Asisten Patrick Kluivert: Leluhur Saya Melawan Republik Indonesia
-
Silsilah Coach Justin yang Ucapannya Kena Senggol Pandji Pragiwaksono, Ayahnya Orang Belanda
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Tolak Timnas Indonesia, Jayden Oosterwolde Kini Dirumorkan Pilih Turkiye?
-
Kata-Kata Pelatih Indonesia yang Ikut Antar Al Nassr Juara Liga Arab Saudi Putri
-
Imbang dan Atmosfer Damai, Marcos Santos Angkat Topi untuk Bobotoh dan Aremania
-
Arema FC Tahan Imbang Persib, Marcos Santos Bersyukur dan Bangga
-
Dean Zandbergen Semakin Bersinar di Belanda, Tutup Akhir Musim dengan Koleksi 15 Gol
-
Persib Ditahan Imbang Arema FC, Bojan Hodak: Kini Hidup Kami Lebih Rumit
-
Arsenal vs Newcastle United: Semua Statistik Berpihak ke The Gunners
-
3 Pesaing Dony Tri Pamungkas Jika Resmi Bergabung ke Legia Warszawa
-
Cremonese Dibantai Napoli, Emil Audero Justru Jadi Pemain Terbaik dan Tepis Penalti McTominay
-
Fadly Alberto Tetap Kejar Mimpi Pesepak Bola Profesional Meski Terancam Hukuman Berat Komdis PSSI