Suara.com - Gelandang andalan Timnas Indonesia, Thom Haye, mengungkapkan rasa takjubnya saat mengetahui dirinya kembali akan bekerja di bawah arahan Patrick Kluivert. Pertemuan ini menjadi bagian dari babak baru perjalanan Haye di skuad Garuda, sebuah momen yang tak pernah ia duga sebelumnya.
Penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia terjadi usai PSSI resmi mengakhiri kontrak Shin Tae Yong pada 6 Januari. Kehadiran Patrick Kluivert membawa harapan baru, termasuk bagi Thom Haye, yang siap memulai kolaborasi dengan mantan pelatihnya tersebut pada Maret mendatang.
Momen penting itu akan berlangsung saat Timnas Indonesia menjamu Bahrain dalam laga lanjutan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 25 Maret.
Pertemuan Thom Haye dan Patrick Kluivert sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru.
Keduanya pernah bekerja sama di tim muda AZ Alkmaar lebih dari satu dekade lalu. Saat itu, Haye tengah meniti karier sebagai pemain muda binaan klub, sementara Kluivert baru memulai langkahnya sebagai pelatih usai gantung sepatu pada 2008.
Patrick Kluivert diketahui bergabung dengan tim muda AZ Alkmaar sebagai bagian dari program pelatihan kepelatihannya.
"Sungguh gila memikirkan saya akan bekerja dengannya saat ini, dan ini terjadi seperti yang Anda bilang, sekitar 16 atau 17 tahun lalu," ucap Thom Haye.
Dalam sebuah unggahan media sosial, Haye membagikan sebuah foto kenangan ketika dirinya dilatih Patrick Kluivert di AZ Alkmaar pada Mei 2008.
Foto tersebut, yang kini telah berusia 17 tahun, diambil oleh ayah Thom Haye dan menjadi pengingat betapa panjang perjalanan yang telah mereka lalui hingga kini bertemu kembali di level tim nasional.
Baca Juga: Media Australia Cibir Patrick Kluivert Jelang Lawan Timnas Indonesia
Dalam sebuah wawancara, Thom Haye mengenang bagaimana Kluivert, melalui koneksi Louis van Gaal yang kala itu melatih tim senior AZ Alkmaar, berkontribusi besar dalam pengembangan tim muda.
Patrick Kluivert kerap berbagi pengalaman dan memberikan pelatihan intensif kepada para pemain muda, termasuk Haye. Peran Kluivert sebagai mentor di masa itu disebutnya sangat berpengaruh.
Kebersamaan mereka di AZ Alkmaar meninggalkan kesan mendalam bagi Thom Haye. Kini, setelah hampir dua dekade, ia tak menyangka akan kembali diasuh oleh sosok yang sama.
Ia menggambarkan pengalaman ini sebagai sesuatu yang luar biasa dan nyaris tak dapat dipercaya. Haye, yang saat ini bermain untuk Almere City, mengaku antusias menyambut kesempatan bekerja kembali dengan Kluivert dalam misi besar membawa Timnas Indonesia berprestasi di panggung internasional.
Kisah ini tidak hanya menjadi bukti betapa kecilnya dunia sepak bola, tetapi juga menggambarkan bagaimana hubungan mentor dan pemain dapat kembali terjalin di momen yang tak terduga. Kini, seluruh mata akan tertuju pada kolaborasi antara Thom Haye dan Kluivert di laga penting melawan Bahrain, di mana keduanya diharapkan mampu membawa kejayaan bagi Timnas Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Kenapa John Herdman Coret Eliano Reijnders dan Jordi Amat?
-
Daftar Skuad Termahal di Piala Dunia 2026: Prancis Tertinggi, Argentina Tak Masuk 5 Besar
-
Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Oman, Saatnya Garuda Samakan Kedudukan Sejarah
-
Sejarah Piala Dunia dalam 3 Menit: Dari 1930 hingga Era 48 Tim di Piala Dunia 2026
-
Layvin Kurzawa Resmi Tinggalkan Persib, Tinggalkan Pesan Menyentuh untuk Bobotoh
-
Okto Maniani Ingatkan Pemain Lokal yang Ingin Bela Timnas Indonesia
-
Bangkok United Lepas Tujuh Pemain, Bagaimana Nasib Pratama Arhan?
-
Egy Maulana Vikri Senang Persaingan di Timnas Indonesia Makin Ketat, Ini Alasannya
-
Bruno Moreira Resmi Tinggalkan Persebaya, Siap Lanjutkan Karier di Luar Indonesia
-
Kronologis Kasus Sardar Azmoun Hingga Dicoret dari Timnas Iran