Suara.com - Seorang jurnalis Belanda merasa aneh dengan fakta jika Alex Pastoor menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia, apalagi dengan CV nya yang lebih mentereng ketimbang Patrick Kluivert.
Ucapan jurnalis Belanda itu dikemukakan ke sosok Alex Pastoor langsung dalam sebuah Talk Show di kanal YouTube LOVE Televisie, yang kemudian diterjemahkan oleh YouTuber, Yussa Nugraha.
Dalam Talk Show tersebut, Yussa Nugraha menyebut jika host-nya bertanya ke eks pelatih Almere City itu mengapa dirinya menjadi asisten.
“Kalau aku lihat dengan pengalaman kerja kamu, dengan pengalaman kerja Patrick Kluivert, aku lebih lihat ke kamu karena kamu terlihat sebagai pelatih kepala.”
“Nah kenapa sekarang seperti asisten,” tanya host tersebut ke Alex Pastoor, seperti yang diterjemahkan oleh Yussa.
Mendapati pertanyaan itu, Alex Pastoor langsung memberikan jawaban bahwa dirinya hanya mengikuti kehendak PSSI yang menunjuknya dan Patrick Kluivert.
Bahkan pelatih berusia 58 tahun itu meminta agar host bertanya ke PSSI mengapa Patrick Kluivert menjadi pelatih dan dirinya ditunjuk sebagai asisten.
“Alex Pastoor menjawab ‘Ya itu sangat simpel. Patrick Kluivert yang diminta oleh PSSI untuk menjadi pelatih kepala’,” kata Yussa menerjemahkan jawaban Alex Pastoor.
“Host-nya langsung menjawab ‘Itu untuk nama ya?’. Habis itu Alex Pastoor menjawab ‘Ya itu kamu harus bertanya ke orang-orang yang menunjuk dia sebagai pelatih kepala’,” pungkas Yussa.
Baca Juga: Ole Romeny: Dia Meninggal Dunia
Adanya pertanyaan dari host atau jurnalis Belanda itu bukanlah pertanyaan yang merendahkan Patrick Kluivert sebagai pelatih.
Faktanya, Alex Pastoor memang punya CV lebih mentereng ketimbang pria berusia 48 tahun itu di dunia kepelatihan.
Alex Pastoor tercatat telah melatih 9 tim dari Turki, Belanda, hingga Republik Ceko, sedangkan Patrick Kluivert baru melatih 2 tim saja dalam kariernya, yakni Curacao dan Adana Demirspor.
Dari jumlah pertandingan saja, Alex Pastoor telah memimpin total 464 pertandingan, lima kali lipat lebih banyak dari Patrick Kluivert yang total baru memimpin 80 laga saja sepanjang kariernya.
Belum lagi soal prestasi. Alex Pastoor dikenal sebagai pelatih spesialis promosi di Belanda karena keberhasilannya membawa tim-tim kasta kedua ke Eredivisie.
Sebagai contoh ada Excelsior Rotterdam, kemudian Sparta Rotterdam, dan Almere City yang berhasil dibawanya promosi ke Eredivisie.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemain Kunci Timnas Indonesia U-17, Mathew Baker Ungkap Terinspirasi Jay Idzes dan Justin Hubner
-
Wawancara Pelatih Timnas Amerika Serikat: Beban Berat Mauricio Pochettino di Piala Dunia 2026
-
Eksodus Bintang Anfield: Owen Sebut Liverpool Butuh 'Operasi' Besar usai Ditinggal Mohamed Salah
-
Ruang Ganti Manchester United Makin Solid, Amad Diallo Dukung Carrick Permanen
-
Di Tengah Perang, Amir Ghalenoei Obsesi Bawa Iran Lepas dari Kutukan di Piala Dunia 2026
-
Strategi Adidas Kuasai Piala Dunia 2026: Lionel Messi Adu Akting dengan Timothe Chalamet
-
Profil Timnas Australia: Langganan Turnamen Siap Jadi Pengacau di Piala Dunia 2026
-
Kompany Tegaskan Bayern Munich Tak Kalah Kualitas dari PSG Meski Gagal ke Final
-
Profil Timnas Maroko: Singa Atlas Punya Modal Berharga untuk Piala Dunia 2026
-
Amad Diallo Klaim Skuad Manchester United Ingin Michael Carrick Bertahan