Suara.com - Komisi XIII DPR RI memberikan rekomendasi naturalisasi untuk tiga calon pemain Timnas Indonesia. Mereka adalah Ole Romeny, Tim Geypens, dan Dion Markx.
Itu setelah digelarnya Rapat Kerja di Gedung DPR RI, Senin (3/2/2025). Hadir dalam rapat itu perwakilan dari Menteri Hukum, Menpora Dito Ariotedjo serta Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Sumardji.
Setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, Komisi XIII RI setuju memberikan rekomendasi terhadap tiga pemain tersebut untuk dinaturalisasi.
"Setelah mendengar penjelasan dari pemerintah (Kementerian Hukum, Kemenpora, dan PSSI), Komisi XIII DPR RI menyetujui permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan RI atlet sepakbola atas nama Tim Henri Victor Geypens, Dion Wilhelmus Eddy Markx, dan Ole Lennard ter Haar Romenij," kata pimpinan rapat tersebut dipantau dari Kanal YouTube TV Parlemen.
"Untuk selanjutnya diproses sesuai peraturan perundang undangan untuk kepentingan sepak bola nasional," sambungnya.
Sementara itu, Menpora Dito berterima kasih karena Komisi XIII mau mendukung naturalisasi pemain tersebut. Menurutnya, ini semua demi Timnas Indonesia yang lebih baik.
Dito menyebut naturalisasi ini merupakan target menengah. Sebab, PSSI punya target lain yakni pembinaan usia dini.
"Pemberian kewarganegaraan untuk tiga pemain sepak bola yang kami ajukan pada siang hari ini semoga ini bisa menambah kekuatan juga potensi dan kesempatan Timnas Indonesia melangkah lebih jauh pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, tadi saya secara seksama mendengar aspirasi dan masukan kami Kemenpora dan PSSI akan melakukan Evaluasi ke depan," ujar Dito.
"Saya tekankan di sini pemberian kewarganegaraan ini merupakan Langkah menengah dan pendek untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026. Akan tetapi saat ini pemerintah dan PSSI fokus terkait terhadap scouting dan pembinaan usia muda yang sedang berjalan," pungkasnya.
Baca Juga: Apes! Proses Naturalisasi Terkendala, Jairo Riedewald Merugi Rp59 Juta
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Deretan Rekor Tercipta usai Meksiko Lolos 'Sempurna' ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
3 Fakta Menarik Jelang Jepang vs Swedia, Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026