Suara.com - Keluarga Ole Romeny ternyata mempunyai kisah pahit di masa lalu. Kisah ini datang dari sosok pria bernama Thomas Degenaars. Dia adalah kakek buyut dari Ole Romeny, pemain keturunan Medan yang baru saja sah menjadi WNI dan akan membela Timnas Indonesia.
Media Sejarah Indonesia, Historia mengupas sosok Thomas Degenaars sebagai korban perang dunia kedua saat pendudukan Jepang. Thomas Degenaars tewas dibom saat dalam kapal di Selat Malaka, antara pulau Sumatera dan Malaysia.
Sebelumnya, PSSI sudah menuntaskan proses naturalisasi tiga pemain keturunan yang diproyeksikan untuk memperkuat tim nasional Indonesia. Ketiga pemain tersebut adalah Ole Romeny, Tim Geypens, dan Dion Markx.
Prosesi pengambilan sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) telah dilakukan di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di London pada Sabtu (8/2/2025).
Dengan bergabungnya ketiga pemain ini, diharapkan Timnas Indonesia memiliki kedalaman skuad yang lebih solid, terutama di sektor serang yang selama ini dinilai sebagai titik lemah.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut memberikan tanggapan terkait permasalahan efektivitas lini depan timnas.
Kehadiran Ole Romeny diharapkan mampu meningkatkan daya serang Timnas Garuda serta memberikan dampak positif bagi performa tim.
Apresiasi juga disampaikan kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran proses naturalisasi ini, termasuk DPR RI, Presiden Republik Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Hukum dan HAM.
Merujuk data dari Transfermarkt, Ole Romeny saat ini bermain sebagai striker untuk klub Oxford United di Liga Inggris.
Baca Juga: Rafael Struick Menghilang, Media Asing Salahkan PSSI
Pemain berusia 24 tahun ini telah dikaitkan dengan Timnas Indonesia sejak 2024 dan digadang-gadang sebagai calon ujung tombak serangan Garuda.
Sebagai seorang penyerang murni, Romeny diharapkan mampu memberikan perbedaan signifikan bagi tim.
Selain itu, ia juga berpotensi membangun sinergi yang kuat dengan dua winger keturunan lainnya, Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick, untuk meningkatkan efektivitas serangan. Dengan postur tubuh 185 cm, kemampuannya dalam duel udara juga bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Timnas Indonesia.
Garis keturunan Ole Romeny
Ole Romeny memiliki latar belakang keluarga yang menarik, terutama dari garis keturunan ibunya.
Proses naturalisasi Ole Romeny berkaitan erat dengan silsilah nenek dari pihak ibu, Helene Wilhelmina Degenaars, yang lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 2 April 1923.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pakar Beberkan Rahasia Merek Bertahan Puluhan Tahun di Tengah Persaingan Ketat
-
Streamlining BUMN Asuransi Digeber, IFG Mulai Susun Dasar Hukum Pemecahan Perusahaan
-
Nekat Tampil Usai Cedera, Pebalap Muda Indonesia Siap 'Siksa' Honda NSF250R di Sirkuit Sepang
-
Jejak Digital Diburu, Polisi Analisis Chat Terakhir Sutrimo Sebelum Tewas
-
4 Shio yang Paling Beruntung pada 1 Agustus 2026, Hoki Diprediksi Meningkat
-
Petaka Keluarga Inugami: Kisah Perebutan Warisan yang Mengungkap Rahasia Gelap
-
CIMB Niaga Manjakan Nasabah, Gelar Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia 2026
-
Pemerintah Jamin Tak Bakal 'Ngakalin' Putusan MK soal Anggaran MBG
-
Staf Diduga Bocorkan Informasi Perkara, KPK Gandeng Polri untuk Penanganan
-
Ribuan Pendekar PSHT Kepung Mapolrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Pembacokan Petugas Valet