Suara.com - Pemain andalan Shin Tae-yong yang juga bek Persija Jakarta, Rizky Ridho, tengah menjadi perbincangan setelah performanya di beberapa pertandingan terakhir dianggap kurang optimal. Sorotan terhadap pemain ini semakin tajam usai kegagalannya bersama rekan-rekan setim dalam mempertahankan keunggulan saat menghadapi Persib Bandung di Liga 1 2024-2025.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (16/2/2025), Persija sebenarnya sempat unggul 2-0 melalui gol yang dicetak oleh Gustavo Almeida pada menit ke-33 dan Firza Andika enam menit berselang.
Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama, karena Persib berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Nick Kuipers di menit ke-52 dan David da Silva pada menit ke-70.
Hasil imbang tersebut memperpanjang tren negatif Persija, yang belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir Liga 1. Lebih dari itu, sektor pertahanan yang dikawal Rizky Ridho telah kebobolan sembilan gol hanya dalam empat laga terakhir.
Situasi semakin rumit setelah pemain berusia 22 tahun ini melakukan blunder pada pertandingan melawan Dewa United, yang berujung pada penalti untuk lawan dan dieksekusi sempurna oleh Alex Martins pada 8 Februari 2025.
Menariknya, pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, turut menyaksikan laga tersebut secara langsung. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Rizky Ridho berpotensi tidak masuk dalam skuad Timnas untuk laga-laga mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Rizky Ridho akhirnya buka suara. Ia mengungkapkan bahwa setiap pemain tentunya berharap mendapatkan panggilan dari Timnas, termasuk dirinya.
Namun, ia menyadari bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Patrick Kluivert. Bek jebolan Persebaya Surabaya ini juga mengakui bahwa performanya saat disaksikan langsung oleh sang pelatih memang belum optimal.
"Ketika saya tidak perform saat dia menonton, ya saya serahkan semuanya keputusan ke Patrick. Saya percaya saja sama dia," kata Rizky Ridho.
Baca Juga: Indra Sjafri Mantan Pemain Klub Apa? Gagal Bawa Timnas Indonesia di Piala Asia U-20 2025
Timnas Indonesia sendiri tengah bersiap menghadapi putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pada 20 Maret 2025, skuad Garuda dijadwalkan bertandang ke markas Australia di Sydney Football Stadium, sebelum menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) lima hari kemudian.
Hingga saat ini, Tim Merah Putih masih menempati peringkat ketiga Grup C dengan raihan enam poin dari enam pertandingan yang telah dilakoni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Cari Pemain Kuat di Super League, Begini Strategi John Herdman untuk Dongkrak Timnas Indonesia
-
Jordy Wherman Masuk Radar John Herdman Jelang FIFA Series 2026?
-
Hasil Super League: Brace Alex Martins Bawa Dewa United Bungkam Arema FC
-
John Herdman Mulai Perburuan Pemain Keturunan di Eropa demi Perkuat Timnas Indonesia
-
Saga Bursa Transfer: Manchester City Bawa Pulang Trent Alexander-Arnold ke Inggris?
-
Di Balik Momen Lucu Emil Audero Ketinggalan Bus, Sikap Ramahnya Jadi Sorotan Media Italia
-
Viral Stadion Barcelona: Biaya Renovasi Capai Rp25 T, Atap Bocor Camp Nou Kebanjiran
-
Persib Bandung Borong Pemain Diaspora, PSSI Yakin Kekuatan Timnas Indonesia Tak Akan Melemah di 2026
-
Jerman Serukan Boikot, Prancis Pasang Badan untuk Piala Dunia 2026
-
7 Pemain Diaspora Merapat ke Super League, Berbanding Terbalik dengan Visi John Herdman