Suara.com - Penunjukan Jordi Cruyff sebagai penasihat teknis Timnas Indonesia membawa harapan baru bagi sepak bola nasional.
Dengan rekam jejaknya yang impresif, berikut tiga keunggulan dan pengalaman yang menjadikannya sosok ideal untuk peran ini.
1.Pengalaman Manajerial dan Kepelatihan
Jordi memiliki pengalaman luas di dunia sepak bola. Ia pernah melatih klub-klub seperti Maccabi Tel Aviv dan Chongqing Lifan serta menjadi pelatih interim Timnas Ekuador.
Keahliannya dalam strategi dan pengelolaan tim di level internasional diharapkan mampu membantu Indonesia berkembang.
2. Direktur Olahraga dengan Rekam Jejak Sukses
Selain kepelatihan, Jordi pernah menjadi Direktur Olahraga Barcelona, mengurus strategi perekrutan pemain dan pengembangan tim.
Pemahamannya terhadap struktur klub besar akan sangat berguna dalam membangun sistem yang lebih profesional bagi Timnas Indonesia.
3. Filosofi Total Football Warisan Johan Cruyff
Baca Juga: Dean James: Saya Ingin Membuktikan Diri
Sebagai putra legenda sepak bola Belanda, Johan Cruyff, Jordi membawa filosofi sepak bola menyerang dan berbasis penguasaan bola.
Pendekatan ini dapat membantu Timnas Indonesia meningkatkan kualitas permainan serta mentalitas bertanding di level internasional.
Dengan kombinasi pengalaman dan keahliannya, Jordi Cruyff diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi sepak bola Indonesia.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ambisius! Jonathan David Mau Geser Popularitas Hoki Es Kanada di Momentum Piala Dunia 2026
-
Kurniawan Dwi Yulianto Yakin Jepang Punya Celah, Timnas Indonesia U-17 Tak Mau Menyerah
-
Timnas Indonesia U-17 Terjepit di Grup B Piala Asia 2026, Ini Skenario Lolos ke Perempat Final
-
Bongkar Masterplan John Herdman untuk Piala Asia 2027: Padukan Bintang Lokal dan Diaspora Eropa!
-
Johan Manzambi Yakin Timnas Swiss Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Meski Sama Sekali Tak Dijagokan
-
Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958
-
4 Bintang Muda Asia Siap Guncang Piala Dunia 2026, Nestory Irankunda Hingga Ibrahim Sabra
-
Respons Pelatih Thailand Usai Masuk Grup Neraka Bareng Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
-
Taktik Psikologis John Herdman Siap Sulap Timnas Indonesia Jadi 'Kuda Hitam' Piala Asia 2027
-
Persija vs Persib, Rizky Ridho Sampai Geleng-geleng Main Kandang Harus Pakai Pesawat