Suara.com - Emil Audero harus menunda mimpinya untuk debut bersama Timnas Indonesia setelah gagal tampil dalam laga melawan Bahrain pada Selasa, 25 Maret 2025.
Kiper keturunan Italia-Indonesia ini sebelumnya diharapkan bisa mencatatkan penampilan perdananya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, namun kenyataannya berbeda.
Setelah laga tersebut, Emil Audero mengunggah Instagram Story dengan tulisan "Time to get back" atau "Waktunya kembali."
Unggahan ini mengindikasikan bahwa Emil akan kembali ke klubnya di Liga Italia untuk melanjutkan pekerjaannya setelah gagal tampil bersama skuad Garuda.
Sebagai salah satu rekrutan naturalisasi terbaru, eks-kiper Sampdoria ini diharapkan bisa menjadi pilar utama di bawah mistar gawang Timnas Indonesia.
Namun, hingga saat ini, kesempatan itu belum datang. Meski begitu, Emil tampak tetap fokus dan profesional, memilih untuk kembali ke rutinitasnya di klub setelah tugas internasional.
Absennya Emil dalam pertandingan melawan Bahrain juga menimbulkan pertanyaan di kalangan suporter.
Beberapa pihak mempertanyakan apakah faktor teknis atau strategi yang membuatnya belum mendapatkan menit bermain.
Di sisi lain, Timnas Indonesia tetap berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Bahrain, yang menjadi hasil positif dalam perjalanan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs China dan Jepang, Erick Thohir: Harusnya Menang, Minimal 3 Poin
Kembalinya Emil Audero ke klubnya di Liga Italia tentu menjadi peluang baginya untuk terus menjaga performa.
Jika bisa tampil reguler dan menunjukkan kualitasnya, peluang debut bersama Timnas Indonesia di laga selanjutnya tetap terbuka lebar.
Para penggemar kini menantikan momen ketika Emil benar-benar bisa tampil untuk pertama kalinya dengan seragam Merah Putih.
Waktu akan menjawab kapan Emil Audero akhirnya bisa menjalani debut resminya bersama Timnas Indonesia.
Untuk saat ini, ia memilih untuk kembali ke klubnya dan menanti kesempatan berikutnya di level internasional.
Peluang Debut Emil Audero
Berita Terkait
-
Alasan Timnas Indonesia Wajib Juara Grup Andai Lolos ke Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Media Asing Tak Yakin Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, Jagokan Yordania dan Uzbekistan
-
Kondisi Terbaru Mees Hilgers usai Dituding Pura-pura Cedera oleh Mertua Pratama Arhan
-
Di Balik Gemerlap Skuad Timnas Indonesia, Ada Pemain Keturunan yang Terpinggirkan
-
Pelatih Kroasia Puji Timnas Indonesia, Ramal Garuda ke Putaran Keempat
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Shin Tae-yong Pimpin Latihan Perdana Persija, Fokus Bangun Fondasi Tim
-
Sejarah Inggris vs Argentina, Ini Prediksi Pemenang Semifinal Piala Dunia 2026
-
Kontroversi Sponsor Piala Dunia 2026: LaLiga Layangkan Protes ke FIFA
-
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Bikin Melongo! Kategori 2 Tembus Rp133 Juta
-
Pulang ke Oslo Sebagai Warga Biasa, Timnas Norwegia Disambut 100 Ribu Suporter
-
Spanyol Ukir Rekor Bersejarah usai Bekuk Prancis, Makin Dekat Kawinkan Gelar Euro dan Piala Dunia
-
Noni Madueke Tak Takut Lionel Messi Cs: Argentina yang Harus Khawatir Lawan Inggris
-
Mbappe dan Michael Olise Melempem, Deschamps Beberkan Penyebab Prancis Tumbang dari Spanyol
-
Ada Proses Panjang di Balik Kesuksesan Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
-
Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara