Suara.com - Bagi umat muslim di Indonesia momen lebaran 2025 dimanfaatkan untuk bersilahturahmi dengan pulang ke kampung halaman.
Tradisi pulang kampung atau mudik menjadi kekhasan umat muslim di Indonesia. Mereka yang tinggal di kota atau tempat perantauan akan berbondong-bondong bertemu dengan orang tua di kampung halaman.
Salah satu pesepak bola Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen ikut merayakan Lebaran 2025. Meski ia tak mudik ke kampung halamannya di Indonesia.
Ragnar masih memiliki agenda di klubnya Dender. Klub Ragnar itu sendiri meraih kemenangan 1-0 atas Westerlo dalam lanjutan Liga Belgia.
Ragnar sendiri di akun Instagram miliknya hari ini, Minggu (30/3) menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 2025.
Ragnar Oratmangoen jadi satu-satunya pemain keturunan Indonesia yang merayakan Lebaran 2025. Ragnar di akun Instagram miliknya menuliskan selamat Idul Fitri 2025 untuk umat muslim di Indonesia.
"Eid Mubarak. Taqabbalallahu minna wa minkum," tulis Ragnar di postingan Instastory akun miliknya.
Arti kata Taqabbalallahu minna wa minkum ialah 'Semoga Allah menerima amal kami dan kalian semua'.
Pada postingan lainnya, Ragnar kembali unggah ilustrasi foto dirinya berupa komik disertai pesan Selamat Idul Fitri 2025.
Baca Juga: 20 Persen Warga Tak Mudik, Kapolri Prediksi Bakal Ada Lonjakan Volume Kendaraan saat Hari H Lebaran
Kampung Halaman Ragnar Oratmangoen
Di darah pemain depan klub FCV Dender itu mengalir darah leluhurnya yang berasal dari Tanimbar, salah satu kabupaten di Provinsi Maluku.
Ayah dari Ragnar yang bernama Philip Oratmangoen merupakan lelaki asal Maluku, ia kemudian menikah dengan wanita asal Belanda, Maya Timmers.
Ayah dan ibu Philip lahir dan besar di Kecamatan Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Di tanah leluhur Ragnar ini tersimpan keindahan alam yang begitu mengagumkan.
Untuk informasi, wilayah Kepulauan Tanimbar merupakan salah satu wilayah terluar di Indonesia yang berbatasan laut dengan Australia.
Tak hanya memiliki keindahan alam, wilayah ini juga mempunyai kekayaan alam. Di wilayah Kepulauan Tanimbar punya potensi migas di wilayah lautnya, dan bernama Blok Masela.
Berita Terkait
-
20 Persen Warga Tak Mudik, Kapolri Prediksi Bakal Ada Lonjakan Volume Kendaraan saat Hari H Lebaran
-
Ole Romeny: Marselino dan Rizky Ridho Tahu Cara Bersaing dengan Pemain Eropa di Timnas Indonesia
-
Statistik Trio Tembok Timnas Indonesia Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner
-
Jay Idzes Tertatih-tatih Pulang ke Venezia, Terbenam di Zona Degradasi
-
Update Pemain Keturunan Timnas Indonesia: Thom Haye Bersinar, Jay Idzes dan Ole Romeny Gagal Menang
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera
-
Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti
-
Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135
-
Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun
-
Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo
-
Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo
-
Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare
-
Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya