Emil Audero menyayangkan hilangnya peluang untuk meraih satu poin yang bisa sangat berarti dalam perjuangan promosi. Ia menilai, di tengah ketatnya persaingan di Serie B, setiap poin sangat berharga dan bisa menjadi penentu pada akhir musim.
"Penyesalannya adalah tidak naik ke klasemen, karena satu poin selalu lebih baik daripada tidak sama sekali – kiper melanjutkan. Itu selalu bagus untuk klasemen saat ini, karena dalam jangka panjang itu akan berpengaruh," kata dia dikutip dari media Italia livesicilia dikutip Kamis (17/4/2025).
Lebih lanjut, Emil juga menyoroti adanya keputusan wasit yang dianggap kontroversial, terkait dengan gol Palermo yang dianulir.
Ia menilai, keputusan tersebut membuat jalannya pertandingan menjadi tidak menguntungkan bagi timnya, apalagi di saat-saat krusial seperti akhir laga.
Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa seluruh tim harus segera bangkit dan menatap pertandingan selanjutnya dengan semangat baru.
Dalam konteks yang lebih luas, Emil Audero kini berada pada fase yang sangat krusial dalam kariernya. Di satu sisi, ia tengah berjuang mengangkat performa Palermo di level klub.
Di sisi lain, ia sedang menanti momen penting untuk membela Timnas Indonesia, negara asal ayahnya, di ajang internasional.
Keputusannya untuk menjadi WNI merupakan langkah emosional dan strategis yang menunjukkan komitmennya terhadap sepak bola Indonesia.
Dengan pengalaman yang cukup panjang di Eropa bersama klub-klub seperti Juventus, Sampdoria, dan Inter Milan, Audero diharapkan bisa menambah kedalaman dan kualitas di lini belakang Timnas Indonesia.
Baca Juga: Legenda Malaysia Minta Harimau Malaya Tidak Iri dengan Prestasi Timnas Indonesia U-17
Debut melawan China akan menjadi momen penentu, sekaligus kesempatan emas baginya untuk membuktikan kualitasnya di hadapan para pendukung Garuda.
Jika Emil Audero mampu tampil gemilang dalam debutnya, bukan tidak mungkin ia akan menjadi pilihan utama di laga-laga penting mendatang, termasuk lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kehadirannya memberikan warna baru bagi skuad Timnas Indonesia yang kini tengah dibangun dengan pemain-pemain naturalisasi serta talenta lokal terbaik.
Dalam suasana persaingan yang semakin kompetitif, baik di level klub maupun internasional, Emil Audero dihadapkan pada tantangan besar.
Namun, dengan mentalitas yang kuat dan pengalaman bertahun-tahun di liga top Eropa, peluang untuk bersinar tetap terbuka lebar bagi penjaga gawang kelahiran Lombok ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Detail Kecil Perubahan Ala Michael Carrick: Metode Latihan Baru, Bangkitkan Mental Juara King MU
-
Marc Klok Siap Buat Layvin Kurzawa Nyaman di Persib Bandung
-
Kiper Persib Teja Paku Alam Perpanjang Rekor Clean Sheet, Emil Audero dan Maarten Paes Wajib Waspada
-
Layvin Kurzawa Debut Saat Persib Lawan Persis? Begini Kata Bojan Hodak
-
Jelang Napoli vs Chelsea, Antonio Conte Puji Setinggi Langit Taktik Bola Mati Arsenal
-
Shayne Pattynama Gabung Persija Jakarta Langsung Tanya Jordi Amat Demi Target Juara Liga Indonesia
-
Eks Bek Arsenal Mengaku Hampir Gabung Inter Milan Nama Erick Thohir Sampai Terseret
-
Ngeri! Ingin Angkut Cole Palmer ke Old Trafford, MU Wajib Siapkan Rp3 Triliun
-
Liverpool Disebut Bakal Contek Cara Manchester United: Pecat Slot Angkat Gerrard sebagai Interim
-
Hasil Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Bantai Korsel di Hadapan Shin Tae-yong