Suara.com - Pengamat asal Belanda, Roelof de Vries, menyebut gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, telah melakukan hal bodoh. Hal bodoh apa yang telah dilakukan bintang Almere City itu?
Sebagaimana diketahui, Thom Haye dikenal sebagai salah satu pemain di skuad Timnas Indonesia yang cerdas dalam mengolah si kulit bundar.
Kecerdasannya di atas rumput hijau bahkan membuat gelandang berusia 30 tahun itu mendapat julukan ‘Profesor’ dari pecinta sepak bola Tanah Air.
Bahkan, awal mula julukan itu didapatnya bukan dari publik Indonesia, melainkan dari publik Belanda, yakni para pendukung NAC Breda.
Julukan itu diberikan karena Thom Haye mirip dengan tokoh The Professor di serial ‘La Casa de Papel’, di samping kecerdasannya dalam menjadi otak permainan bagi timnya.
Meski dikenal punya kecerdasan, baru-baru ini pengamat sepak bola Belanda, Roelof de Vries, melabeli Thom Haye sebagai orang bodoh.
Label tersebut didapatkan Thom Haye karena sikapnya saat bertemu mantan timnya, SC Heerenveen, di putaran pertama Eredivisie 2024/2025.
Dalam sebuah Podcast bertajuk Sportcast, De Vries menyebut Thom Haye kerap melakukan hal bodoh, dan salah satu kebodohan terbesarnya adalah mencemooh fans Heerenveen.
Sekadar informasi, di putaran pertama Eredivisie 2024/2025, Thom Haye pernah mencemooh fans Heerenveen yang meneriakinya dengan gestur tangan yang meminta agar penonton diam.
Baca Juga: Erick Thohir Singgung Patrick Kluivert Dibantai Australia 5 Gol: Ketika Yakin Imbang, Kami Kalah
Tindakan tersebut lah yang dianggap bodoh oleh pengamat Belanda itu. Pasalnya, Thom Haye akan jadi bahan cemoohan saat Almere City bertandang ke markas Heerenveen, Minggu (20/4) dini hari WIB.
“Dia (Thom Haye) telah melakukan beberapa hal bodoh. Jadi dia tentunya akan dicemooh oleh fans Heerenveen pada Sabtu (Minggu waktu Indonesia),” kata De Vries, dikutip dari Fean Online.
Pengamat Belanda itu bahkan membeberkan fakta unik soal Thom Haye, di mana gelandang keturunan Solo itu ternyata sudah bermusuhan dengan fans Heerenveen sejak musim lalu.
Di akhir musim 2023/2024, Thom Haye disebutkan enggan bermain bagi Heerenveen di laga terakhir Eredivisie, yang membuat pendukung muak dengan sikapnya.
“Di akhir musim (2023/2024), Heerenveen harus memainkan satu pertandingan lagi melawan Sparta. Pertandingan itu tidak ada gunanya, jadi Haye tidak ingin bermain,” cetus De Vries.
“Ia (Thom Haye) tidak menyukainya. Publik menyalahkannya karena mereka berkata: ‘Anda dibayar, Anda hanya perlu bermain sepak bola',” tambahnya, dikutip dari sumber yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan