Suara.com - Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, tampaknya harus mulai ancang-ancang mencari pelabuhan baru musim depan seusai nasib Almere City yang terancam degradasi pada Eredivisie 2024/2025.
Yang terbaru, Almere City harus mengakui keunggulan SC Heerenveen dengan skor 1-2 pada pertandingan pekan ke-30 Eredivisie 2024/2025 di Abe Lenstra Stadion, Minggu (20/4/2025) dini hari WIB.
Kekalahan itu semakin membenamkan posisi Almere City di dasar klasemen sementara. Untuk saat ini, Thom Haye dan kawan-kawan berada di peringkat ke-18 dengan koleksi 19 poin dari 30 pertandingan.
Jika menghitung peluang Almere City yang tinggal menyisakan empat pertandingan lagi, sulit bagi mereka untuk bisa melepaskan diri dari posisi tersebut. Sebab, mereka setidaknya butuh 12 poin untuk naik ke peringkat ke-15.
Nasib Almere City yang nyaris dipastikan turun kasta pada musim ini membuat Thom Haye harus mulai ancang-ancang mencari pelabuhan baru. Berikut Suara.com menyajikan sejumlah tim yang layak jadi alternatif.
1. NAC Breda
Salah satu klub lama yang pernah diperkuat Thom Haye, NAC Breda, saat ini juga tengah tertatih-tatih untuk bisa bersaing di Eredivisie 2024/2025. Mereka kesulitan bersaing dan terdampar di papan bawah.
Untuk saat ini, NAC Breda bisa mengamankan peringkat ke-15 dan berpotensi lolos dari ancaman degradasi. Jika mereka bisa bertahan di kasta tertinggi, Thom tentu patut mempertimbangkan kembali ke sana.
Sebelumnya, pemain yang akrab dijuluki The Profesor ini pernah beberapa musim bermain untuk NAC Breda, yakni pada periode 2020 serta 2020-2022.
Baca Juga: Tak Ada Pemain Utama Timnas di ASEAN All Stars, Skuat Garuda Terhindar dari Kerugian Besar!
2. FC Volendam
Salah satu kontestan Eerste Divisie alias kasta kedua Liga Belanda musim ini yang berpotensi merebut tiket promosi ialah FC Volendam. Mereka saat ini berada di puncak klasemen sementara musim 2024/2025.
Klub promosi ini bisa menjadi alternatif bagi Thom Haye. Apalagi, FC Volendam membutuhkan sosok pemain senior yang sudah berpengalaman memakan asam-garam kompetisi kasta tertinggi di Belanda.
Yang bisa menjadi catatan bagi Thom Haye, klub ini memiliki tiga pemain keturunan Indonesia, yakni Mauro Zijlstra, Luca Blondeau, serta Kayne van Oevelen. Haye bisa membimbing mereka jika nantinya bersedia dinaturalisasi.
3. ADO Den Haag
Jika Thom Haye masih tetap ingin berkarier di Belanda, tetapi tidak harus berkompetisi di kasta tertinggi, ADO Den Haag bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan pemain 30 tahun tersebut.
Berita Terkait
-
Tak Ada Pemain Utama Timnas di ASEAN All Stars, Skuat Garuda Terhindar dari Kerugian Besar!
-
Menghitung Gaji Eliano Reijnders di PEC Zwolle, Selangor FC Sanggup Penuhi?
-
Didukung FIFA dan AFC, PSSI Rilis Kelebihan Garuda Academy
-
Calvin Verdonk di Jakarta: Mau Ngopi Saja Susah!
-
Blah Blah Blah, Spanduk Sindiran Fans SC Heerenveen untuk Thom Haye
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Curhat Ole Romeny: Merasa Bebas di Timnas Indonesia Dibanding Klub
-
Mata-matai Timnas Indonesia di GBK, Pelatih Vietnam 'Digocek' John Herdman
-
Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Menang Beruntun Lawan Oman dan Mozambik, Rekor Terbaik 2 Dekade
-
John Herdman Minta Timnas Indonesia Tetap Rendah Hati Meski Sapu Bersih FIFA Matchday Juni
-
Viral Beckham Putra Hampir Ribut dengan Penonton usai Timnas Indonesia vs Mozambik
-
John Herdman Cetak Rekor Sama Seperti Shin Tae-yong Usai Gebuk Oman dan Mozambik
-
Kata-kata Ole Romeny Cetak Gol Tunggal Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik
-
Pelatih Vietnam Mata-matai Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, John Herdman Singgung Pemain Eropa
-
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija, Erick Thohir: Makin Banyak Pelatih Bagus di Liga Indonesia
-
Menang Tipis dari Mozambik, John Herdman Soroti Lemahnya Penyelesaian Akhir Timnas Indonesia