Menurut Indra, saat era Galatama yang menjadi cikal bakal kompetisi sepak bola profesional di negeri ini, Persib tetap bermain di Perserikatan.
Kompetisi Perserikatan sangat dekat dengan masyarakat pencinta sepak bola pada era 80 hingga 90-an.
Tak heran kata Indra, masyarakat Jawa Barat khususnya orang Bandung begitu memiliki Persib.
“Ya terutama orang Bandung jelas memiliki Persib, orang Jawa Barat juga merasa memiliki Persib. Karenanya saat itu kami berjuang lewat Perserikatan,” ucap Indra.
“Jadi tuh Persib dari dulu. Dari sejak lahirnya PSSI, Persib sudah ada,” lanjut pria yang masih mampu mengendarai mobil sendiri itu.
“Saat itu kepala daerahnya mendukung. Dari walikota hingga gubernur. Ada dua dulu tim di Jawa Barat, Tangerang yang dulu sebelum provinsi dan Bandung. Sehingga rakyat Jawa Barat merasa memiliki Persib,” tambahnya.
Indra Thohir masuk ke Persib pada 1958. Saat itu, ia masuk ke tim Persib Junior.
Pada 1962, Indra masuk lepas dari tim junior karena ia melanjutkan pendidikan ke Universitas. Saat itu, kata Indra dirinya membela tim Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) setelah lepas dari tim junior Persib.
“Saat di kampus, saya masih aktif bermain dan kebetulan latar belakang pendidikan saya orang olahraga, diangkat jadi pelatih di tim kampus. Dulu itu, pekan olahraga mahasiwa,” ucap Indra.
Baca Juga: Persib Juara Liga 1 2024/2025! Perayaan Meriah Pecah di Graha Persib
Dari situlah, karier Indra sebagai pelatih dimulai. Keaktifan Indra sebagai pelatih di kampus bahkan sempat membawanya menjadi juara di Jawa Barat di pekan olahraga mahasiswa daerah.
Masuk ke pekan olahraga nasional dua kali berturut-turut namun sayangnya kalah oleh tim Universitas Kristen Indonesia (UKI).
“UKI saat itu masih banyak pemain nasionalnya. Dua kali saya berturut-turut kalah dari mereka. UKI saat itu ada Sutan Harhara, Bonar Tobing, dan masih banyak lagi,” kenang Indra Thohir.
Berita Terkait
-
Persib Juara Liga 1 2024/2025! Perayaan Meriah Pecah di Graha Persib
-
Juara Liga 1, Persib Rayakan Bersama Bobotoh
-
Fakta Menarik Persib Bandung Juara Liga 1: Back to Back, Kompetisi Penuh, dan Trofi di GBLA
-
Riuh Media Sosial Usai Persib Bandung Juara BRI Liga 1, Banggakan 3 Sejarah yang Tercipta
-
Klasemen BRI Liga 1 Usai Persib Bandung Juara, Perkasa dengan Poin Mentereng
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
John Herdman Pasang Misi Besar! Timnas Indonesia Harus Lolos ke Piala Dunia 2030
-
Shin Tae-yong Sadar Tidak Mudah Melatih Persija, Tekanan Suporter Jadi Sorotan
-
John Herdman Pasang Target Tinggi, Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Pelatih Spanyol Larang Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Demi Ini
-
Persija dan Persib Harus Tanggung Denda Ratusan Juta dari Komdis PSSI Gara-gara Ulah Suporter
-
Timnas Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dibantai Jepang
-
Kuota 11 Pemain Asing di Super League Tak Berubah, League Cup Masih Jadi Tanda Tanya
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Hasil Piala Dunia 2026, Jepang Kesetanan Bantai Tunisia 4-0
-
Piala Dunia 2026: Bintang Paraguay Terancam Skors 10 Laga Usai Kartu Merah Kontroversial