Suara.com - Partai hidup mati akan dilakoni Timnas Indonesia dan China dalam lanjutan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Partai Timnas Indonesia vs China dijadwalkan pada 5 Juni mendatang di Jakarta.
Timnas Indonesia berada di posisi keempat klasemen Grup C dengan koleksi 9 poin.
Mereka hanya terpaut satu angka dari Arab Saudi di peringkat ketiga, dan empat poin dari Australia yang menghuni posisi kedua.
Dengan dua pertandingan tersisa, peluang Indonesia untuk lolos ke putaran keempat kualifikasi bahkan langsung ke Piala Dunia masih terbuka.
Namun, hal itu bergantung pada hasil pertandingan lain, termasuk laga Australia vs Jepang dan Bahrain vs Arab Saudi yang juga digelar pada 5 Juni 2025.
Jika Indonesia mampu menaklukkan China dan hasil pertandingan lain menguntungkan, skuad Garuda bisa naik ke posisi tiga dengan 12 poin — membuka jalan menuju laga penentu kontra Jepang lima hari kemudian.
Ada satu catatan menarik dari pertemuan kedua negara ini yakni pemain China yang pernah berkarier di Liga Indonesia.
Tercatat ada tiga pemain China jebolan Liga Indonesia. Namun kesemuanya tidak ada yang sukses.
Baca Juga: Perbandingan Karier Said Brkic vs Amar Brkic: Dua Saudara Keturunan yang Membela Negara Berbeda
Siapa saja mereka, berikut ulasannya
Zhang Shuo
Pemain berposisi striker ini bermain di Liga Indonesia pada 2010.
Zhang saat itu memperkuat klub asal Jawa Timur, Persik Kediri.
Menariknya, Zhang juga sempat membela tim nasional China pada 2003 hingga 2005.
Karier Zhang dimulai saat ia bermain di klub Tianjin Teda. Zhang bermain dari 2002 hingga 2010.
Maret 2010, Zhang mengambil langkah mengejutkan dengan pindah ke Liga Indonesia dengan gabung ke Persik.
Tim Macan Putih saat itu dilatih oleh Jaya Hartono. Namun Zhang tak impresif bersama Persik.
Kariernya singkat, ia hanya mencatatkan 10 pertandingan dan mencetak 3 gol.
Meski begitu, Zhang diminati oleh klub Australia, Newcastle Jets dan pindah ke sana.
Namun Zhang tampil melempem dan hanya mencetak 1 gol dari 8 pertandingan. Ia pun pulang kampung dan membela Guangzhou R&F.
Dari catatan Transfermarkt, Zhang mengakhiri kariernya di Jiangsu Yancheng Dingli.
Qu Cheng
Di tahun yang sama saat Zhang Shuo ke Indonesia, ia tak sendirian. Pemain China lain juga ikut dan bermain di Liga Indonesia.
Qu Cheng menjadi pemain China kedua yang merumput di Liga Indonesia pada 2010. Cheng merupakan striker kelahiran Nanjing, China.
Cheng memulai karier profesional di klub kota kelahirannya. Ia kemudian pindah ke Jiangsu Sainty.
Ia bermain di klub itu hingga 2016. Namun di 2010, ia dipinjamkan ke Persipura Jayapura.
Kariernya di klub Mutiara Hitam singkat. Cheng tercatat hanya bermain di 8 pertandingan dan mencetak 3 gol.
Cheng lakoni laga debut di Indonesia Premier League pada 13 Maret 2010 saat Persipura melawan PSPS Pekanbaru.
Saat itu Cheng masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Yustinus Pae.
Cheng dari catatan Transfermarkt hingga saat ini masih bermain. Pemain berusia 36 tahun tersebut di tahun ini membela klub NJ Tehu.
Mu Yongjie
Terakhir ada gelandang kelahiran Shenyang, China, Mu Yongjie.
Sama dengan dua rekannya, Mu bermain di Liga Indonesia pada 2010.
Mu tercatat bergabung ke klub Sriwijaya FC. Karier Mu dimulai di klub Changsha Ginde.
Ia kemudian bergabung ke Sriwijaya FC pada 2010. Laskar Wong Kito saat itu dilatih oleh Ivan Kolev.
Sriwijaya FC kala itu juga dibela pemain seperti Gunawan Dwi Cahyo, Dirga Lasut, Ponaryo Astaman, Oktovianus Maniani hingga Budi Sudarsono.
Mu Yongjie tercatat hanya bermain sebanyak 11 pertandingan.
Ia kemudian pulang kampung dan membela tim tanah kelahirannya, Shenyang Dongjin. Di klub itu juga Mu memutuskan untuk pensiun.
Berita Terkait
-
Perbandingan Karier Said Brkic vs Amar Brkic: Dua Saudara Keturunan yang Membela Negara Berbeda
-
Mantan Ketum PSSI Ucapkan Selamat untuk Shin Tae-yong
-
Selamat Datang Pemain Keturunan! Andalan Timnas Indonesia U-17 Tak Takut dan Siap Bersaing
-
Selamat Tinggal! Shayne Pattynama Resmi Berpisah dengan KAS Eupen
-
Fun Fact: Mees Hilgers Punya Modal Buka Warung Pasca Pensiun
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Profil Timnas Irak: Singa Mesopotamia yang Siap Mengaum di Piala Dunia 2026
-
Pesan Mendalam Kang Dedi untuk Bobotoh: Jangan Nodai Kemenangan Persib dengan Keributan
-
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia U-17 2026
-
Persijap Jepara Lolos dari Degradasi, Pemain Berharga Rp 6,95 Miliar Ungkap Isi Hati
-
Profil Julian de Guzman: Legenda Kanada dan Perjalanan Besar Menembus Sepak Bola Eropa
-
Ucapan Pelatih Thailand Jelang Piala Asia 2027 Bikin Panas Suporter Timnas Indonesia
-
Profil Younis Mahmoud: Mesin Gol Legendaris Irak yang Menginspirasi Generasi Piala Dunia 2026
-
Memalukan! Skuad Persib Mendapat Serangan Verbal Provokatif di Bandara, Ini Pelakunya
-
Carlos Valderrama, Legenda yang Jadi Otak Permainan Kolombia di Tiga Edisi Piala Dunia
-
Komentar Pilu Hansi Flick usai Bawa Barcelona Juara LaLiga di Hari Kematian Sang Ayah