Wasit Nendi Rohendi sempat mengesahkan gol tersebut dan Yuran pun juga berselebrasi dengan para pemain lain.
Namun beberapa saat kemudian, terjadi pengecekan lewat Video Assistant Referee atau VAR. Wasit pun membatalkan gol tersebut karena Yuran dianggap melakukan pelanggaran lebih dulu.
Tak cukup sampai itu saja, kontroversi kembali terjadi pada menit ke-60 saat Gustavo Tocantins mencetak gol.
Gustavo Tocantins sebelumnya melanggar Syahrul Lasinari, namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut meski sudah mengecek VAR.
Usai pertandingan, Yuran menyebut keputusan-keputusan wasit terlalu memihak dan merusak semangat fair play.
"Semua orang bisa lihat apa yang terjadi. Wasit datang ke sini seolah untuk membantu Sleman," tegas Yuran Fernandes di sesi konferensi pers usai laga tersebut.
Pemain asal Cape Verde ini bahkan menilai wasit yang memimpin laga tersebut, mempunyai kualitas yang sangat buruk.
"Wasit ini tidak layak di Liga 1. Saya harap dia keluar saja hingga Liga 4," tambah dia.
Respon Erick Thohir
Baca Juga: Berantas Mafia Sepak Bola dan Pengaturan Skor, PSSI Harusnya Tiru Langkah Sadis Vietnam!
Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan respons keras terhadap pernyataan pemain asing PSM Makassar, Yuran Fernandes, yang mengkritik keras kualitas sepak bola Indonesia. Erick menegaskan bahwa siapa pun yang merasa tidak nyaman bermain di Indonesia, termasuk Yuran, dipersilakan meninggalkan kompetisi Tanah Air.
Pernyataan ini muncul setelah kritik Yuran menjadi sorotan luas, terutama usai pertandingan Liga 1 antara PSM Makassar melawan PSS Sleman.
Laga tersebut berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu, 3 Mei 2025. Dalam pertandingan itu, PSM Makassar harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-3.
Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah dianulirnya gol sundulan Yuran Fernandes oleh wasit setelah meninjau VAR. Wasit menilai terjadi pelanggaran dalam proses gol, yakni dorongan terhadap pemain PSS sebelum bola masuk ke gawang.
Kekecewaan tersebut mendorong Yuran meluapkan emosinya di media sosial. Dalam unggahannya, pemain asal Tanjung Verde itu menyampaikan kritik keras yang dianggap menyinggung kualitas kompetisi sepak bola nasional.
Ia menyindir bahwa sepak bola Indonesia hanya tempat untuk mencari uang, bukan tempat bermain serius.
Pernyataan tersebut memantik reaksi dari berbagai kalangan, termasuk dari Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI dan juga Menteri BUMN. Erick mengaku mengetahui bahwa Yuran Fernandes telah mengajukan permintaan maaf.
Namun, menurutnya, jika seorang pemain tidak menghargai kompetisi domestik, sebaiknya tidak bermain di Indonesia.
Berita Terkait
-
Berantas Mafia Sepak Bola dan Pengaturan Skor, PSSI Harusnya Tiru Langkah Sadis Vietnam!
-
PSSI Diminta Segera Bertindak: Wasit Eropa Dibutuhkan di Pekan Krusial Liga 1
-
Jepang Berencana Rotasi Pemain di 2 Laga Sisa, tapi Timnas Indonesia Tetap Saja Dirugikan
-
Disentil Erick Thohir, Apa Saja Jasa Yuran Fernandes untuk Sepak Bola Indonesia?
-
Perbandingan Timnas Indonesia Vs Malaysia: Harga Pasar, Peringkat FIFA, hingga Prestasi
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Kalahkan Brasil, Timnas Indonesia Lolos Final Piala Dunia Mini Soccer 2026
-
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Drone Penyelamat Siaga di Setiap Stadion
-
Dia yang Minta! Mikel Arteta Beberkan Alasan Gabriel Jadi Eksekutor Terakhir Arsenal
-
Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
-
Arsenal Kalah Adu Penalti dari PSG, Declan Rice: Ini Seperti Seperti Lotere
-
Model OnlyFans Janjikan Malam Panas untuk Kiper PSG, Istri Langsung Pasang Badan
-
PSG Back to Back Juara, Luis Enrique: Lawan Arsenal Jauh Lebih Melelahkan!