Suara.com - Fenomena pemain keturunan Indonesia yang berkarier di Eropa kini mulai mengalami kemunduran. Salah satu nama yang menjadi sorotan terbaru adalah Shayne Pattynama.
Bek kiri naturalisasi Timnas Indonesia itu dikabarkan bakal melanjutkan karier di Liga Thailand, usai resmi berpisah dari klub Belgia, KAS Eupen.
Kabar hengkangnya Pattynama ke Thailand pertama kali mencuat di media sosial, tepatnya melalui akun Instagram @ballthaidotcom.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pemain berusia 25 tahun itu sedang dalam proses bergabung dengan Buriram United, klub raksasa Thailand yang juga merupakan juara liga musim ini.
Buriram United dikabarkan tertarik mengamankan tanda tangan Shayne Pattynama untuk menggantikan bek asing mereka, Jefferson Tabinas, yang disebut-sebut bakal hengkang.
Jika transfer ini terealisasi, maka Pattynama akan mengikuti jejak beberapa pemain asing lain yang melihat Asia Tenggara sebagai tempat membangun ulang karier.
Sebelumnya, nama Pattynama juga sempat dikaitkan dengan salah satu klub promosi Liga 1 Indonesia, Bhayangkara FC.
Klub yang akan kembali mentas di kasta tertinggi musim depan itu disebut ingin menjadikan Pattynama sebagai amunisi segar di lini belakang. Namun hingga saat ini, rumor ke Buriram United terlihat lebih kuat.
Perpindahan Shayne Pattynama dari Eropa ke Asia Tenggara menjadi bagian dari tren yang cukup mencolok dalam beberapa tahun terakhir, di mana sejumlah pemain keturunan Indonesia yang sempat bersinar di Eropa kini perlahan tersingkir.
Baca Juga: Padahal Erick Thohir dan Gianni Infantino Akrab, Sudah Berapa Kali Indonesia Disanksi FIFA?
Penurunan ini bukan hanya disebabkan oleh faktor usia atau performa, tetapi juga karena ketatnya persaingan dan minimnya menit bermain di level kompetitif.
Lantas siapa saja para pemain tersebut? berikut di antaranya pemain keturunan Indonesia yang tersisih dari Eropa.
1. Jordi Amat
Jordi Amat merupakan produk asli Espanyol dan sempat malang melintang di Spanyol dan Inggris.
Karier terbaiknya bersama Rayo Vallecano dan Swansea City, sebelum mengalami penurunan.
Sempat berkarier di Liga Belgia bersama KAS Eupen, Amat mulai tersisih pada 2020 lalu.
Berita Terkait
-
Padahal Erick Thohir dan Gianni Infantino Akrab, Sudah Berapa Kali Indonesia Disanksi FIFA?
-
Gasak Bahrain, Daya Juang Timnas Futsal Putri Indonesia Patut Diapresiasi!
-
Memahami Maksud Thom Haye Samakan Persib dengan Timnas Indonesia
-
Mees Hilgers Berpihak ke Timnas Indonesia: Belanda Kalah Gila!
-
Profil Serginho, Gelandang Serang Naturalisasi Baru China untuk Lawan Timnas Indonesia
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
-
Kekhawatiran Besar Carlo Ancelotti Jelang Brasil vs Norwegia di Babak 16 Besar
-
Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh
-
Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau
-
Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak
-
Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje
-
Kalah dari Maroko, Jalanan Belanda Berubah Jadi Medan Perang Suporter vs Polisi